Membuka Tirai Kebenaran

Desa Majenang Dirikan BUMDes Berbasis Minimarket

2 min read
Kades Majenang dan Istri

Desa Majenang Dirikan BUMDes Berbasis Minimarket

LintasIndoNews.com, Sragen — Mengingat acuan/ regulasi pembentukan BUMDesa dan BUMDesa Bersama yakni: 1) UU RI No 6/2014 tentang DESA; 2) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa; 3) Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.

Lokasi BUMDes Ronggo Joyo di Balai Desa Majenang

Desa Majenang Kecamatan Sukodono Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah oleh sang Kepala Desa Sutamto terinspirasi memberdayakan masyarakat di bidang usaha, yakni BUMDes yang kini telah manjadi regulasi wajib sebagai Pemasukan Asli Desa (PAD).

Besutan yang di tawarkan oleh Desa Majenang, BUMDesa bergerak di bidang perdagangan yakni minimarket yang menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat dengan tawaran harga yang lebih ramah.

Selain itu BUMDesa yang di beri nama Ronggo Joyo ini di kelola langsung oleh masyarakat, sesuai amanah dari regulasi UU Desa, yang telah berbadan hukum dan di buat ADRT yang menguntungkan kepentingan bersama.

Konsep yang di tawarkanpun beragam dari kebutuhan pokok berupa sembako dan hasil olahN industri rumahan milik warga masyarakat desa, Majenang yakni emping melinjo, emping garut dan melayani pesanan rengginang untuk warga yang ingin punya hajatan.

Selain itu pembangunan infrastuktur, Sutamto tidak ingin membebani masyarakat. Untuk itu semua pembangunan baik dari APBD dan APBN masyarakat murni tidak mengeluarkan biaya, wajar jika saat ini p bangunan mengular cantik di setiap sudut kampung.

Sementara untuk program jambanisasi tahun ini desa Majenang menganggarkan jambanisasi, untuk mengejar program ODF karena masih ada 28 KK belum memiliki septitank tempat pembuangan Kotoran manusia.

Saat di konfirmasi Sutamto di kediamannya menuturkan desa Majenang di bangun berdasarkan kebersamaaan, baik Pemerintah Desa maupun Lembaga Desa dan Tokoh Masyarakat selalu rutin berkoordinasi, Menurut Sutamto sikap transparansi akan lebih mudah dalam membangun desa.

” Kami berharap kedepan desa Majenang tidak ada lagi jalan yang becek, masyarakat sehat dan sejahtera, dan segera selesai untuk program jambanisasi tahun ini, ” ungkapnya. (Wanto)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.