Membuka Tirai Kebenaran

Wahyu Purnomo Kades Ngarum, Lestarikan Seni Karawitan

2 min read
Kades Ngarum Wahyu Purnomo

Wahyu Purnomo Kades Ngarum, Lestarikan Seni Karawitan

LintasIndoNews.com, Sragen — Jika kita mencari tahu nama Desa Ngarum, berada di wilayah Kecamatan Ngrampal, Kabupaten Sragen sehari-hari ramai dilewati masyarakat lintas kabupaten. Lalu lalang kendaraan hampir tak pernah sepi karena menjadi jalur alternatif Sragen-Karanganyar atau Sragen-Ngawi, Jawa Timur.

Nama Desa Ngarum yang berarti bunga dan harum ini ternyata berkaitan erat dengan kerajaan Islam pertama dan terbesar di Jawa, Kerajaan Demak. Desa Ngarum ini dimulai sekitar abad ke-15.

Berdasarkan Sejarah Desa Ngarum dimulai dari pelarian salah seorang kerabat Keraton Demak yang melakukan pelarian ke Gunung Lawu. Kepergiannya membuat geger kesultanan hingga akhirnya ia dijemput paksa dari Lawu dan diajak kembali pulang. Kegiatan penjemputan kerabat keraton tersebut dipimpin oleh seorang patih bernama Ki Ageng Arum.

Dalam perjalanan, ketika sampai di tengah hutan belantara, Ki Ageng Arum sakit dan meninggal dunia. Jasadnya kemudian dikuburkan di tengah-tengah hutan tersebut. Hutan yang menjadi rute penjemputan dan tempat dikuburkannya Ki Ageng Arum itu kemudian diberi nama Desa Ngarum dan dikenal hingga sekarang.

Desa Ngarum saat ini di pimpin oleh Wahyu Purnomo selaku Kepala Desa, dengan luas wilayah 452,8420 Ha sudah dihuni ribuan penduduk. Yang terbagi dalam 31 RT. Masyarakat Ngarum rata-rata berprofesi sebagai petani. Di lihat dari segi pembangunan infrastruktur daerah tersebut juga cukup baik. Semua berkat dana yang masuk ke desa di kerjakan dengan baik pula.

Ada yang menarik selain kegiatan pembangunan, masyarakat desa Ngarum mayoritas pecinta seni Karawitan, baik muda hingga golongan bapak-bapak maupun ibu-ibu. Yang semuanya memiliki jadwal latihan tersendiri, yakni desa memfasilitasi secara bergantian hingga seminggu latihan tiga kali.

Sang Kades Wahyu Purnomo saat di konfirmasi di ruang kerjanya, menyampaikan saat ini desa Ngarum sudah mulai melakukan kegiatan yang bersifat pemberdayaan, untuk itu bidang seni juga menjadi salahsatu bidang pemberdayaan. Selain itu desa Ngarum telah mempersiapkan berdirinya BUMDes agar bisa menjadi bagian dari PAD desa.

Itulah sekilas desa Ngarum yang kini sudah banyak perubahan, baik fisik maun non fisik, kini masyarakat bisa tersenyum lega, jalan – jalan masuk kampung sudah menggeliat pembangunan, baik cor dan talud, semua berkat Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang dikerjakan dengan transparan.(wanto)

Refrensi sumber: budaya Jawa.id

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.