Membuka Tirai Kebenaran

Priyono Kades Jetis Genjot Infrastuktur Demi Persempit Ketimpangan

2 min read
Kades Jetis Priyono

Priyono Kades Jetis Genjot Infrastuktur Demi Persempit Ketimpangan

LintasIndoNews.com, Sragen — Sejak program diluncurkan pemerintah pada 2015 lalu, Dana Desa (DD) sejumlah infrastruktur telah dibangun pemerintah.
Kini manfaat program yang dilakukan pemerintah untuk desa tidak bisa dinikmati dalam waktu singkat. Namun baru akan dirasakan manfaatnya setelah selesai semua pembangunan,

Kini masyarakat desa agar memanfaatkan dana desa yang telah dikucurkan pemerintah,dengan memanfaatkan dana tersebut, Pemerintah juga berharap ketimpangan dapat dipersempit. Sebut saja desa yang kini sudah mulai mengular cantik hasil pembangunannya, yakni Desa Jetis Kecamatan Sambirejo Kabupaten Sragen Jawa Tengah.

Di lihat dari letak geografisnya desa jetis dari ibu kota kecamatan sambirejo berjarak + dari 2 Km, jarak tempuhnya sekitar 17 km di sebelah Timur kota Kabupaten, berbatasan langsung dengan Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Secara Topografi Desa Jetis secara umum adalah berbukit-bukit, walaupun ada yang bagian tertentu memiliki dataran landai dan kondisi tanah relatif subur.

Jika dari arah Kota Solo memiliki jarak tempuh 45 Km, dan berada 191 m di atas permukaan air laut. Wilayah selatan merupakan lereng Gunung Lawu, wilayah tengah berbukit dengan Curah Hujan sekitar 25,21 mm / th dan Suhu rata-rata 18-27 ° C. Sementara secara administratif memiliki 18 dukuh, 26 RT, 8 RW jumlah penduduk kisaran + 35 ribu jiwa, dan di huni kisaran ada 952 KK.

Saat bincang-bincang Kades Jetis Priyono menyampaikan, pekerjaan untuk infrastuktur ADD, DD dan BKK sudah berjalan dengan baik. Tahun ini semua pembangunan masih fokus di cor dan talud, mengingat kondisi dukuh ngunut masih sangat membutuhkan, sudah tersebar di beberapa dukuh seperti dukuh kembang, ngunut, mulyorejo dan kuwut.
Untuk kali ini di tahun 2019 Desa Jetis ingin segera fokus di dukuh kembang, yakni cor dan talud mengingat kondisi dukuh kembang tahun 2016 lalu kehilangan akses jalan penghubung menuju wilayah desa musuk.

Karena terlalu lamanya menanti bantuan, Priyono bersama masyarakat membuatkan akses alternatif untuk warga Dukuh Kembang, yakni sebuah jalan alternatif dekat SDN III Jetis. Jalan alternatif itu diharapkan bisa digunakan warga Dukuh Kembang daripada memutar sejauh 10 km. Tapi jalan alternatif itu belum jadi. Hanya berupa jembatan sesek yang terbuat dari bambu, hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melewati mengingat di dukuh kembang ada 150 KK yang sangat membutuhkan jembatan itu.

Harapan Priyono Pemerintah segera memberi perhatian yang cukup sehingga ketimpangan sosial tidak ada lagi.

” kami sangat berharap agar jalan jembatan yang di harapkan bisa menjadi skala prioritas, semoga harapan kami ini bisa di dengar oleh dinas terkait, terutama pemerintah pusat maupun daerah, dan bila di Pilkades mendatang Saya di beri amanat lagi oleh masyarakat saya siap mengabdi demi pembangunan desa jetis, ” Ungkap Priyono. (Rian/wanto)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.