Membuka Tirai Kebenaran

Grobogan di Landa Kekeringan, Para Petani Bersedih

1 min read

LintasIndoNews.com | Grobogan, Dampak kekeringan dirasakan para petani di beberapa wilayah Grobogan, Jawa Tengah. Di antaranya, dengan adanya sawah yang mengalami gagal panen atau puso.

“Ada, 1.793 hektare (Ha) lahan yang kekeringan. Itu puso, Yang terkena kekeringan di lahan tadah hujan Gabus, Kradenan, Pulokulon, Brati, Geyer, Tegowanu,” kata Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto saat dihubungi Media LintasIndoNews.com jumat (26/7/2019).

Baca Juga: Propam Polres Grobogan Gelar Tes Urine Anggota

Edhie menjelaskan salah satu penyebab terjadinya gagal panen di lahan padi tersebut.

“Bisa puso karena sebagian petani menanam padi dua kali setahun, padahal sawahnya tidak beririgasi atau tadah hujan,” jelasnya.

Dia berharap jumlah lahan yang kekeringan tidak bertambah. Menyikapi banyaknya sawah yang kekeringan, Edhie menjelaskan pihaknya akan mengoptimalkan pemanfaatan sumber air yang ada

“Kita optimalkan pemanfaatan sumber air yang ada, eksploitasi sumber-sumber air tanah dan pembuatan embung, Asuransi pertanian untuk daerah-daerah tertentu,” pungkas Edhie.

Baca Juga: Jokowi Ngaku Sudah Baca Survei, Dua Putranya Masuk Bursa Pemilihan Walikota Solo 2020

Supardjo (58) salah seorang petani saat ditemui di sawah di Desa crewek , Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, mengaku dia memanfaatkan lahannya yang kering dengan menanam kacang hijau.

“Saya tanami kacang hijau. Karena lahan kering sejak sebelum Ramadan lalu. Sudah tidak hujan sejak saat itu,” ujar Supardjo. (Soejatmiko)

Baca Juga: Lowongan Kerja Media Lintas Indo

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.