Membuka Tirai Kebenaran

29 Siswa MIM Doyong Miri Diduga Keracunan Makanan

2 min read

MIM Doyong Miri

LINTASINDONEWS.com, SRAGEN – Sejumlah 29 Siswa MIM Doyong Kecamatan Miri Kabupaten Sragen diduga nengalami Keracunan. Para Siswa tersebut harus dilarikan ke Rumah sakit dan Klinik untuk mendapat penanganan medis. Kamis (16/1).

Kuat Dugaan mereka keracunan akibat makanan yang mereka makan disekolah. Kronologi bermula ketika pagi hari para korban menikmati makanan yang disediakan oleh pihak sekolah,yang di masak oleh pihak ketiga.

Awalnya tidak ada tanda-tandanya, namun menjelang Pukul 12.15WIB para korban mulai merasakan gejalanya.

Hampir semua korban merasakan gejala yang sama. Para korban merasakan mual muntah, kepala pusing, dan tubuh lemas.

“Saat Kami sedang melakukan sholat berjamaah ada siswa kelas 4 yang bernama Daiwa, muntah di karpet masjid, namun kami tidak lekas menolong karena masih khusuk melakukan sholat, “jelas Kepala Sekolah saat di jumpai wartawan, Jumat (17/1)

Lebih jauh, dia katakan dalam hitungan menit korban bertambah banyak, akhirnya pihak sekolah mengambil Langkah untuk segera membawa para korban ke Rumah sakit dan klinik agar mendapatkan penanganan medis.

“Kami lansung menghubungi Bidan  Endang yang berlokasi di Desa terdekat, kala itu bidan menganjurkan untuk di bawa ke UGD Puskesmas Miri, karena korban makin bertambah, “jelas Kasek yang akhirnya di ketahui bernama Subur, S.Pdi ini.

Dari data yang dihimpun media ini berdasarkan keterangan Kepala Sekolah, jumlah korban sejumlah 29 Siswa dari jumlah keseluruhsn siswa 135 anak, dan 1 Guru yang memang di ketahui sedang tidak fit.

“Saat ini masih ada 3 korban yang dirawat secara intensif,diantaranya di RS.Assalam Gemolong 2 orang dan Puskesmas Miri 1 orang, “ungkap Subur.

Menurutnya, kejadian ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian Sektor Miri.

“Memang benar murid kami mengalami muntah dan mual setelah sneck dan soto serta krupuk karak, untuk sneck membeli di pasar, meliputi roti gembukan, telor dadar gulung,”terangnya.

Menurut pengakuan Subur, Makanan tersebut disediakan oleh penyedia jasa catering langganan sudah berjalan 6 tahun, di desa terdekat yakni Bulu Desa Doyong.

“Sudah 6 tahun kami berlangganan, namun baru kali ini para siswa mengalami muntah – muntah dan mual, ” Urainya.

Pihak sekolah saat ini belum bisa menjawab terkait pertanggungjawaban Biaya Pengobatan dari Semua Korban, menurutnya pihak sekolah akan meminjam Dana Bos dulu,Karena sifatnya sangat darurat.

Belum diketahui secara pasti, kasus ini atas Keteledoran, kesengajaan atau kelalaian. Hingga berita ini di unggah penyedia catering belum bisa dihubungi.(RT Sugiyanto/Edot/Seno)

Editor: Rian Hepi

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (alenia pertama pembukaan UUD 1945)”

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.