Membuka Tirai Kebenaran

Aksi Damai Protes Limbah PT RUM, Diperkirakan Libatkan Ribuan Massa

1 min read
Foto refrensi pihak ketiga

Lintasindonews.com, Sukoharjo —
Warga Desa Plesan, Gupit dan Celep saat melakukan aksi demo terhadap PT Rayon Utama Makmur beberapa waktu lalu. ribuan massa aksi unjuk rasa menuntut penghentian uji coba produksi dan penyelesaian kasus dugaan pencemaran lingkungan oleh pabrik PT Rayon Utama Makmur (RUM) di Nguter, Sukoharjo, Jateng.

Aksi dimulai pukul 08.30 WIB pagi oleh Forum Masyarakat Peduli Lingkungan Sukoharjo (FMPLS), dari Kantor Kecamatan Nguter menuju Kantor Dinas Bupati Sukoharjo. Menurut Pembina Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Sukoharjo, Ari Suwarno, aksi ini merupakan aksi damai warga lantaran pihaknya mengaku masih mencium bau busuk dari pabrik.

Jumlah massa aksi damai diprediksi mencapai ribuan orang dan diperkirakan tak hanya warga dari Kecamatan Nguter dan Kabupaten Sukoharjo saja.

Sebab, sejumlah massa dari Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Wonogiri juga mengkonfirmasi ikut berpartisipasi dalam aksi damai.

“Massa yang berunjuk rasa tak hanya dari Sukoharjo tapi juga Wonogiri dan Karanganyar,” ujar Ari.

Ari menilai, limbah PT RUM masih mengeluarkan bau tak sedap sehingga mengganggu aktivitas dan berdampak pada kesehatan warga. Padahal, sebelumnya sejak Februari 2018 lalu, sudah ada sanksi yang dikeluarkan oleh Bupati Sukoharjo , Wardoyo Wijaya untuk penghentian operasi selama 18 bulan agar pihak PT RUM bisa membenahi pengolahan limbah.

Tapi kenyataannya sejumlah warga masih mengeluhkan adanya bau busuk yang menyengat, sehingga membuat tidak nyaman masyarakat sekitar, terutama mengganggu pernafasan.

Kontributor: Seno

Editor:  Rian

umber: Tribun,com

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.