Sab. Des 14th, 2019

Membuka Tirai Kebenaran

Aksi Reuni 212 Tuai Reaksi Beberapa Kalangan, BRM Kusumo Putro, SH MH : Ngak Usah Panik Dan Paranoid

2 min read

 BRM Kusumo Putro, SH MH 

OPINI, Terkait dengan rencana aksi Reuni 212, BRM Kusumo Putro, SH MH buka suara dia mengkritisi, untuk tidak peduli dengan aksi tersebut. Menurut dia tidak perlu hiperbola dalam menanggapi.

“Negara nggak usah panik yang berlebihan, biarkan saja aksi mereka, mau teriak – teriak apapun biarin saja, karena kalau negara terlalu panik justru membuat mereka senang, ” jelas Tokoh Pemuda dan Pemerhati Sosial Politik Surakarta ini kepada wartawan. Minggu (1/12).

Lebih lanjut Kusumo menilai, jika Negara terlalu merespon akan ada opini di tengah mereka dan menganggap negara takut akan aksi mereka. Seharusnya sebelum mereka beraksi, Negara sudah tahu mereka akan melakukan apa dalam aksi tersebut, terkait dengan tindakan yang akan mereka ambil dan rencana isu yang akan diusung serta arah orasinya mau dibawa kemana.

“Siapa saja oratornya dalam aksi tersebut, Negara mempunyai BIN dan inteljen di berbagai Institusi Keamanan negara seperti Kepolisian dan TNI baik Darat, Laut dan Udara yg jumlahnya mencapai Ribuan orang, ” urainya dengan optimis.

Masih dalam Penilaian Kusumo, Negara juga dilindungi Undang – Undang dalam menyikapi segala sesuatu, termasuk dalam menyampaikan pendapat di muka umum, negara bertindak tegas saja apabila aksi tersebut sudah melenceng dan menabrak aturan Undang – Undang.

“Jika mengarah kepada Provokasi memecah belah anak bangsa, serta memenuhi unsur pidananya maka langsung saja tangkap pelakunya dan lakukan proses hukum yang tegas,” cetusnya.

Untuk itu Kusumo menghimbau agar menyikapi aksi tersebut, negara tidak perlu berlebihan dalam Pengamanan.

“Bagi saya cukup satu Polsek dan Satu Koramil, serta Satpol PP dan Linmas saja yang ditugaskan di lapangan mengamankan aksi tersebut, Wis rasah akeh – akeh dijogo Aparat keamanan ndak tuman Ngenekne Reuni terus setiap tahun, ” kata Ketua LSM LAPAAN RI ini.

Menurut Kusumo tugas BIN, TNI dan POLRI saat ini justru lebih diarahkan siapa yang membiayai Aksi ini, yang mana setiap aksi seperti ini membutuhkan biaya cukup besar mencapai Puluhan Milyar, pungkasnya. (Tim AWPI) 

Share this:

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Copyright © LintasIndoNews.com | by Media Group AWPI.