Membuka Tirai Kebenaran

Aksi Solidaritas dan Doa Warga Solo untuk Tragedi Kemanusiaan 21-22 Mei 2019

3 min read
Spanduk yang di bawa saat aksi solidaritas

LintasIndoNews.com | Surakarta — Di depan Mapolresta Surakarta Jl. Adi Sucipto No. 2 Kel. Manahan Kec. Banjarsari Kota Surakarta telah berlangsung Aksi Solidaritas dan Doa Warga Solo untuk Tragedi Kemanusiaan 21-22 Mei 2019 yang diselenggarakan oleh DSKS (Dewan Syariah Kota Surakarta) didukung oleh AMM (Aliansi Masyarakat Madani) dan PA 212 Soloraya dengan Korlap Ustadz Edi Lukito, SH (Ketua I DPP LUIS-Divisi Advokasi dan Kelaskaran DSKS) diikuti sekitar 200 orang. Minggu (26/5) Pukul 16.00 s.d 18.00 WIB.

Aksi solidaritas

Hadir dalam acara Endro Sudarsono, S.Pd (Humas DPP LUIS-Divisi Advokasi dan Kelaskaran DSKS-Divisi Advokasi JAS Jateng-Sekretaris ISAC/The Islamic Study and Action Center), Ustadz Drs. Yusuf Suparno (Sekretaris DPP LUIS), Dimas Arisandi (Staff Humas DSKS), Usman Amirodin (Tokoh Gedung Umat Islam/GUI Kartopuran Kel. Jayengan Kec. Serengan Kota Surakarta-Ketua Front Anti Komunis Surakarta), dan beberapa tokoh penting lainya.

Massa yang datang dalam aksi solidaritas

Dalam aksi membentangkan Spanduk yang bertuliskan “Stop kekerasan kepada Jurnalis dan Tim Medis” Yang isinya Meminta Wiranto Kapolri & Kapolda metro jaya mengundurkan diri, 8 Orang Meninggal dan 905 Luka-Luka Siapa Bertanggungjawab, Meminta Komnas HAM Mengusut 8 Korban Meninggal Dunia & 737 Korban Luka-Luka, Menolak Setiap Kecurangan & Pelanggaran HAM.

Dalam Orasi oleh Ustadz Shobarin Syakur (Sekjen Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin) menyampaikan, Indonesia adalah prodak dari umat Islam, pada tanggal 21-22 Mei 2019.

” Saya ada didekat Bawaslu dan saya melihat dan menjenguk korban, mereka adalah rakyat biasa, akan tetapi mereka mudah tersurut provokasi, yang terbanyak korban dari rakyat muslim biasa, mereka itulah yang disulut provokator, banyak yang meninggal, luka-luka.

Lanjut dia, tetapi kata Presiden Jokowi itu adalah perusuh, dan kata Tito itu adalah perusuh, tapi kenyataanya adalah masyarakat rakyat Indonesia, ini ada deskriminasi terhadap masyarakat, meskipun laskar menjadi korban tertangkap dan dianiaya, rencana nanti akan divisum dan akan kita gugat, ” Kata Shobarin.

Dalam kesempatan itu, Ustadz Edi Lukito membacakan Pernyataan Sikap Bersama Elemen Muslim Soloraya terkait Tragedi Kemanusiaan di Jakarta 21-22 Mei 2019

Dalam paparannya Edi menyatakan telah terjadi Tragedi Kemanusiaan pada tanggal 21-22 Mei 2019 di Jakarta, pada saat rakyat memperjuangkan kedaulatannya dari kecurangan dan kedholiman pemerintah. Dalam hal ini penyelenggara Pemilu yang berakibat.

Kata Edi lagi, sedikitnya sebanyak 8 orang dinyatakan meninggal dunia, beberapa orang diantaranya tergolong usia anak. Sebanyak 905 orang luka diantaranya beberapa Tim Medis, puluhan Wartawan dan ratusan korban dari masyarakat termasuk usia anak.

“Untuk itu kami dari Elemen Muslim Soloraya menyatakan penyikapan anggota Polri (khususnya Brimob) terhadap warga sipil terlebih yang tidak bersenjata harus tetap menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM), ” Ujarnya.

Penggunaan senjata/alat apapun yang dipakai oleh aparat negara jika digunakan secara tidak bertanggung jawab hingga mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang yang tidak bersalah maka hal ini bisa mengarah pada pelanggaran HAM berat.

Untuk itu pihaknya meminta Kedaulatan Rakyat adalah kekuasaan tertinggi dalam tatanan kebangsaan dan hak konstitusional warga untuk mempertahankan dan memperjuangkannya.

Kepada Presiden Iokowi untuk segera mengevaluasi dan meminta pertanggungjawaban Menkopolhukam, Wiranto, dan Kapolri Tito Kamavian atas Tragedi Kemanusiaan pada tanggai 21-22 Mei 2019 di Jakarta, dan dipertimbangkan untuk menggantinya dengan yang lebih baik.

Kepada Komnas HAM segera menginvestigasi dan mengusut kematian sedikitnya 8 orang dan 905 korban luka luka, atas dugaan pelanggaran HAM.

Kepada KPAI untuk menginvestigasi dan mengusut atas kematian beberapa anak atas dugaan pelanggaran UU anak.

Kepada Kapolri dan pimpinan dibawahnya untuk menghormati dan melindungi para Tim Medis dan Wartawan saat menjalankan tugasnya di lapangan. Kepada semua pihak agar tetap mempertahankan NKRI dari intervensi dan invasi asing. (Fajar)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social