Membuka Tirai Kebenaran

Anggota Satgas Pos Nanaenoe Sangat Bersimpati Dengan Masyarakat

2 min read
TNI Saat bertandang di rumah duka

LintasIndoNews.com | NTT Belu — Pos Nanaenoe Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 408/SBH adalah satgas yang terletak di ketinggian tepat nya di desa nanaenoe Kec. Nanaet dubesi Kab. Belu, dan memiliki cuaca yang ekstrim serta akses jalan yang berbatu dan licin sehingga masyarakat harus berhati-hati ketika melintasi menggunakan kendaraan agar terhindar dari kecelakaan. kematian merupakan peristiwa yang dapat menimpa siapapun, Jum’at 22/03/2019.

Pagi ini Desa Nanaenoe berduka atas meninggalnya salah seorang warga yaitu anak dari Stefanus di desa kami. Mete adalah sebutan untuk acara adat ketika ada warga yang meninggal, lazimnya ketika ada seorang yang meninggal para petugas “pemberitahu” sesegera mungkin menyebarkan informasi kepada keluarga dan kerabat terdekat mereka. Termasuk kami yang berada di Pos Nanaenoe untuk menghadiri acara kematian di rumah duka.

Acara Mete ini membutuhkan waktu 3-4 hari untuk menunggu keluarga dan kerabat sayang semua, tidak hanya undangan kehadiran saja, Mete juga mempunyai kewajiban yang harus di pikul si keluarga duka antara lain menggunakan kain sebagai tanda adanya acara kematian, menyiapkan kain untuk membungkus jenazah, memotong seekor hewan ternak juga yang tidak kalah pentingnya harus memyiapkan bilis untuk acara Mete.

Ini membutuhkan biaya yang sangat banyak karena mereka juga harus menyiapkan hidangan makanan untuk kerabat yang melayat dan juga untuk para lelaki yang membuat lubang untuk penguburan.

Tak hanya sampai di sini acara Mete ini juga masih banyak yang harus di lakukan yaitu acara 40 hari, 100 hari, 1000 hari dan di sela-sela itu terdapat acara adat yang di namakan bakar lilin di tengah malam hari yang wajib di laksanakan kerabat yang berduka.

Letda Inf Sumito selaku Danpos Nananoe menuturkan bahwa semua mahluk hidup pasti akan mati, untuk itu dia menghimbau sesama manusia harus menunjukan rasa simpati terhadap keluarga duka maskipun tidak mengenal akrab dengan keluarganya, terang Sumito.

Sementara Stefanus merasa terharu dan mengucapkan terima kasih atas sikap simpati dan kehadiran orang Pos di rumah duka, karena menurut dia intraksi sosial orang pos sangat baik dengan masyarakat.

Sumber: Heri/hms Y R 408

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.