Membuka Tirai Kebenaran

Aris Dwi H, S.Pd Kades Juworo, Inovatif dan Karya Nyata

2 min read

Aris Dwi H, S.Pd Kades Juworo

LINTASINDONEWS.com, GROBOGAN – Sebagai wujud nyata dan sesuai keinginannya dalam membangun wajah Desa Juworo Kecamatan Geyer Kabupaten Grobogan, Aris selaku sang kades nampaknya tak ingin setengah – setengah, namun dengan totalitas yang tinggi dia lakukan sepenuh hati.

Bila di lihat karier atau perjalanan hidup, siapa sangka Aris bisa menduduki jabatan kades, pasalnya dulu dia lama tinggal di Pekalongan sebagai pengajar di salah satu SMK lama tidak bergaul dengan warga di desa Juworo. Justru kini dia bisa menjabat hingga dua periode.

Rutinitas tahunan, tujuan utama silaturahmi antar warga, antar Dusun se Desa Juworo

Dalam paparannya, Aris bercerita panjang lebar mengenai kiatnya dalam hidup bermasyarakat. Sebagai awal pengenalan saat pulang kampung di desa juworo tahun 2011, dia berdagang barang mainan anak dengan berkeliling kampung.

“Bila berjualan di tempat orang hajatan, saya tetap jagong dagangan saya tinggal dulu, terus saya masuk ke lokasi hajatan, “terang dia sambil tertawa.

Lebih lanjut, yang membuat Aris terpanggil maju nyalon kades tahun 2013 di minta masyarakat untuk mencalonkan. Kala itu Aris melawan perangkat desa, namun dia mampu meraup suara hingga 80 persen kemenangan.

“Alhamdullillah, selama saya bekerja di pemeritahan semua lancar, baik pembangunan maupun secara pelayanan, ” jelas Pria lulusan di salah satu perguruan tinggi Semarang ini.

Saat di tanya bagaimana antusias masyarakat dalam berperan di pembangunan, Aris di tunjuk menjadikan pembina di paguyuban perantauan, dia selalu memberi motivasi yang baik, para perantau di Jakarta dengan nama Paran Suro yang beranggotakan hingga 200 – an orang, kemudian para perantau di Semarang Tri Manunggal yang mayotitas sudah berdomisili tetap ada 34 KK, semuanya rutin melakukan pertemuan dua bulan sekali membahas kemajuan desa.

“Semua para perantau sangat peduli dengan kampung halaman, berkat kerukunan ini bisa menghasilkan jiwa gotong royong, dan tiap tahun mengadakan santunan untuk anak yatim piatu, ” ungkapnya.

Selain paguyuban, aris juga aktif di perkumpulan Alumni SMA Negeri 1 Purwodadi tahun 1996 (PERKASSA ’96), hingga mendirikan badan usaha mini market “Salam Mart” yang modalnya di kumpulkan bersama, hasilnya untuk disantunkan para Kaum dhuafa.

Desa Juworo bila di lihat dari geofrafis memiliki 9 Kadus, 9 RW Dan 31 RT, namun dalam kepemimpinan Aris, desa Juworo sudah mencapai 90 persen berkat Dana Desa (DD) sejak 2015 hingga 2019 ini. Kini mendapat program Stunting untuk tahun 2020 dalam rangka Memperbaiki gizi di setiap Posyandu, untuk anak Dan ibu hamil.

Yang menjadikan kendala, saat ini wilayah Juworo ada akses jalan milik perhutani, tidak ada definitif pengelolanya. yakni jalan akses dari desa monggot ke Waduk Kedung Ombo (WKO) rusak parah, sehingga sering timbulkan pengguna motor terjebak lubang. Padahal akses jalan itu sebagai pintu utama gerbang wisata menuju WKO.

Selain itu sulitnya ijin untuk agrowisata, yang rencana akan di buat wisata dan di kelola BUMDes. Saat ini BUMDes Juworo sendiri menjalankan budidaya penggemukan sapi. (Edot/Rian)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.