Sel. Okt 15th, 2019

Membuka Tirai Kebenaran

Asyiknya Generasi X dan Y, Generasi Z Takkan Pernah Nonton Layar Tancap

3 min read

Ilustrasi

Oleh: Redaksi

OPINI, Indahnya generasi Yang lahir Tahun 1960-80an (yang usianya sekarang 30an – 50an tahun) mereka adalah golongan generasi X dan Y.

Sekedar anda tahu, Kita yang lahir di tahun 1960-70-80an, adalah generasi yang layak disebut generasi paling beruntung. Pasalnya Karena kitalah generasi yang mengalami loncatan teknologi yang begitu mengejutkan di abad ini, dengan kondisi usia prima.

Sebagian kita pernah menikmati lampu petromax dan lampu minyak, sekaligus menikmati lampu bohlam, TL, hingga LED. Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati riuhnya suara mesin ketik.

Sekaligus saat ini jari kita masih lincah menikmati keyboard dari laptop. Kitalah generasi terakhir yang merekam lagu dari radio dengan tape recorder (kadang pitanya mbulet). Sekaligus kita juga menikmati mudahnya men download lagu dari gadget.

Kitalah generasi dengan masa kecil bertubuh lebih sehat dari anak masa kini, karena lompat tali, loncat tinggi, petak umpet, gobak sodor, main kelereng, karetan,sumpit-sumpitan, galasin adalah permainan yang tiap hari akrab dengan kita. Sekaligus saat ini mata dan jari kita tetap lincah memainkan berbagai game di gadget .

Masa remaja

Kitalah generasi terakhir yang pernah mempunyai kelompok/geng yang tanpa janji, tanpa telpon/sms tapi selalu bisa kumpul bersama menikmati malam minggu sampai pagi.
Karena kita adalah generasi yang berjanji cukup dengan hati.
Kalau dulu kita harus bertemu untuk tertawa terbahak-bahak bersama.
Kini kitapun tetap bisa bercanda
Di grup Facebook/whatsApp .

Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati lancarnya jalan raya tanpa macet dimana-mana. Juga bersepeda onthel / motor menikmati segarnya angin jalan raya tanpa helm di kepala.

Kitalah generasi terakhir yang pernah menikmati jalan kaki berkilo meter tanpa perlu berpikir ada penculik yang membayangi kita. Kitalah generasi terakhir yang pernah merasakan nikmatnya nonton TV (ada yang cuman hitam putih layarnya) dengan senang hati tanpa diganggu remote untuk pindah chanel sana sini rame rame satu kampung dengan powerfull aki, jika strumnya akan habis layarnya TV menciut tinggal separo.

Kita juga yang bisa menikmati kacang rebus di tengah lapangan sambil nikmati layar tancap, para aktor Warkop yang bikin terkekeh kekeh hingga film laga Barry Prima yang menyenangkan.

Kita adalah Generasi yang selalu berdebar debar menunggu hasil cuci cetak foto, seperti apa hasil jepretan kita. Selalu menghargai dan berhati-hati dalam mengambil foto dan tidak menghambur hamburkan jepretan dan mendelete-nya jika ada hasil muka yang jelek. Saat itu hasil dengan muka jelek kita menerimanya dengan rasa ihklas.

Ihklas dan tetap ihklas apapun tampang kita di dalam foto. Tanpa ada editan Camera 360 photoshop atau Beauty face. Betul-betul generasi yang menerima apa adanya.

Kitalah generasi terakhir yang pernah begitu mengharapkan datangnya Pak Pos menyampaikan surat dari sahabat dan kekasih hati.

Kita mungkin bukan generasi terbaik. Tapi kita adalah generasi yang LIMITED EDITION.

Kita adalah generasi yang patuh & takut kepada OrTu (meskipun sembunyi-sembunyi nakal & melawan) tapi kita generasi yang mau mendengar & komunikatif terhadap anak cucu.

Itulah kita…. selalu bersyukur atas nikmat nyg telah kita terima
Anda di generasi itu. Hanya cerita-cerita yang telah usang, bagi para generasi Z (milenia)

Tag teman-teman seangkatan dan bagikan ini sebagai pengingat masa dahulu dan menjalani masa sekarang indahnya waktu itu. (red)

Share this:

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Copyright © LintasIndoNews.com | by Media Group AWPI.