Membuka Tirai Kebenaran

Bantu Kaum Dhuafa di Saat Pandemi Covid-19, Ranting Khusus Jokowi Bagikan 350 Nasi Kotak

2 min read

Ranting Khusus (Ransus) Organisasi Masyarakat (Ormas) Sedulur Jokowi Kota Medan melalui Ransus Medan Tembung, Medan Banten, Medan Area, Medan Maimun, Medan Sungai Mati, bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumatera Utara (Sumut) berbagi 350 nasi kotak kepada tukang becak, petugas kebersihan dan kaum dhuafa, Kamis (16/04/2020).

MEDAN, Maraknya Wabah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), Ormas Sedulur jokowi melalui Ranting Khusus (Ransus) Kota Medan serta Ransus Medan Tembung, Medan Banten, Medan Area, Medan Maimun, Medan Sungai Mati, bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sumatera Utara (Sumut) berbagi 350 nasi kotak kepada tukang becak, petugas kebersihan dan kaum dhuafa, Kamis (16/04/2020).

Ketua Ransus Medan Tembung Sedulur Jokowi Apin didampingi Ketua Ransus Medan Banten Edi mengatakan, pembagian 350 nasi kotak hari ini dibagi dibeberapa titik, diantaranya, Jalan Madong Lubis pajak Beruang Medan, Jalan Sempali, Simpang Jalan Singa Medan, Jalan Wahiddin, Jalan Brigjend Katamso depan Kantor Harian Waspada Medan, Jalan Sungai Mati depan Istana Plaza Medan dan Jalan Sumatera Medan.

Sementara itu, Cuei Ai Ketua Ransus Medan Area bersama Ketua Ransus Medan Maimun Hj Lili, dan Ketua Ransus Medan Sungai Mati Anto mengatakan, aksi kemanusiaan ini merupakan gerakan peduli akan dampak Covid-19 yang terasa sangat melemahkan perekonomian indonesia, khususnya masyarakat seperti tukang becak, petugas kebersihan dan kaum dhufa, dan semua lapisan masyarakat pada umumnya. semoga dengan apa yang diberikan setidaknya dapat mengurangi beban mereka.

Sementara Bambang Lusiadi Sekretaris DPD Sumut menghimbau kepada masyarakat ‎jika keluar rumah agar menggunakan masker dan sering-sering mencuci tangan menggunakan hand sanitizer maupun sabun dengan air yang mengalir.

Selain itu, kata dia, mengurangi bersentuhan atau berjabat tangan dan alangkah baiknya cara menghormati dengan meletakkan tangan didepan dada, atau bisa dilakukan dengan salaman menggunakan siku.

“saat-saat ini Salam dengan siku lebih baik dari jabat tangan, agar terhindar dari Covid-19,” ujarnya.

Kegiatan ini sangatlah penting ketika pendemi corona makin menakuti pikiran manusia hingga akhirnya dampak akibat itu membuat lapisan masyarakat sulit untuk mengais rejeki, karena akan takutnya interaksi dengan sesama. Red

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.