Membuka Tirai Kebenaran

Batasi Uang Asing, BI: Berani Langgar Denda 10 persen

1 min read
Foto refrensi pihak ketiga (dok:Timlo.net)

Sebagai upaya menjaga stabilitas mata uang Rupiah, Bank Indonesia (BI) membatasi penggunaan uang asing baik kedalam maupun keluar wilayah kepabean Indonesia. Mereka yang terbukti melanggar ketentuan itu, terancam dengan denda 10 persen dari total dana yang dibawa.

Lintasindonews.com, Solo. “Maksimal uang asing yang dibawa ke dalam maupun ke luar negeri hanya Rp 1 miliar. Jika lebih dari itu, akan dikenakan denda sebesar 10 persen,” kata Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Taufik Amrozy kepada wartawan, di Solo, Kamis (25/10).

Pembatasan ini menurut dia sebagai salah satu upaya yang dilakukan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas uang rupiah. Mengingat kondisi saat ini rupiah terus mengalami fluktuasi sering dengan gejolak perekonomian dunia.

Untuk itu tindakan pembatasan penggunaan uang asing di dalam negeri, pihaknya mengaku BI sudah melakukan berbagai upaya lain untuk menjaga stabilitas uang rupiah. Diantaranya adalah intervensi ganda dengan menaikan suku bunga acuan atau BI rate, relaksasi LTV dan koordinasi dengan lembaga terkait.

Sementara itu Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Solo, Kunto Prastitrenggono menambahkan, kondisi di Solo terkait dengan pengawasan dan pembawaan uang asing relatif aman. Pasalnya, penerbangan internasional di Solo saat ini hanya untuk ibadah umrah.

“Kalau untuk pengawasan barang yang masuk dan keluar yang dilakukan oleh penumpang pesawat relatif mudah dilakukan. Hanya saja yang sulit adalah untuk bilyet dan cek. Karena itu, sinergi harus dilakukan,” tandasnya.

Sumber : Timlo.net

Editor    : Rian Hepi

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.