Membuka Tirai Kebenaran

Benang Merah Dongeng Keraton Agung Sejagat-Ratna Sarumpaet: Harta di Swiss

1 min read

 

LINTASINDONEWS.com, JAKARTA – Keraton Agung Sejagat mengulang dongeng yang sama dengan penipu pendahulunya, yakni dongeng tentang harta yang masih tersimpan di bank Swiss. Meski sudah usang, namun nyatanya dongeng yang menjanjikan kesejahteraan ini masih cukup ampuh menipu orang-orang.

Tipu-tipu soal harta leluhur yang tersimpan di Swiss ini juga berdengung saat kasus Ratna Sarumpaet mencuat dua tahun silam. Kerajaan Ubur-ubur juga mengusung cerita yang sama. Sekte penebus utang, UN Swissindo-pun mengusung narasi yang mirip.

Dongeng ini tak hanya berlatar belakang era kerajaan pra-kemerdekaan, namun juga berlatar belakang kisah Presiden Sukarno. Nominal harta yang disebut bermacam-macam. Ada klaim yang meyatakan USD 180 miliar, ada pula yang menyatakan Rp 23 triliun, atau 57 ton emas. Tipu-tipu pencairan harta leluhur yang tersimpan di Swiss ini terkadang disertai bujuk rayu yang terlihat meyakinkan, lewat surat-surat berstempel aneh-aneh.

Berdasarkan catatan pemberitaan detikcom, hoax bombastis soal ‘national treasure’ Indonesia ini sudah merebak sejak 1998. Cerita serupa dikabarkan sempat menjadi buah bibir di pemberitaan koran Austria.

Berikut adalah tipu-tipu terkemuka yang menyertakan dongeng soal harta yang tersimpan di Swiss. (Seno)

Sumber: detik.com

 

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (alenia pertama pembukaan UUD 1945)”

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social