Membuka Tirai Kebenaran

Berinovasi di Tengah Pandemi: Optimalisasi Hasil Belajar SDN Seuneubok Lapang Dengan Pendekatan Saintifik dan Implementasi TPACK di Ruang-ruang Luring

2 min read

Oleh Fitriyah S.Pd.
SDN Seuneubok Lapang
Aceh Timur

OPINI, Pada pembelajaran di masa pandemi covid-19, indikator keberhasilan pembelajaran ditandai adanya perubahan sikap pada diri siswa, dan dikuasainya materi pembelajaran sesuai dengan indicator ketuntasan yang telah ditetapkan oleh guru dalam rencana pembelajaran.


Penyederhanaan kurikulum pada masa pandemic covid-19 disadari bukan berarti menjadikan upaya guru serta merta lebih mudah.

Guru yang merupakan salah satu ujung tombak penyampaian informasi tentang kebiasaan baru di era new normal tugasnya lebih banyak, serta memiliki tuntutan untuk lebih adaptif utamanya pada perubahan frame work TPACK (Technological, Pedagogical, Content Knowledge), sehingga perannya yang sangat strategis ini secara optimal dapat menanamkan investasi berupa pengetahuan dan ketrampilan kepada para siswa.

Pembelajaran luring di zona hijau dan kuning menjadi ruang yang lebar bagi pelaksanaan penelitian tindakan kelas untuk peningkatan hasil belajar siswa.

Siswa masih cukup leluasa mencoba belajar melalui pengalaman dengan melakukan eksperimen, pengamatan, dan diskusi sehingga dapat menanamkan daya ingat yang jelas dan tidak mudah hilang. Sekolah yang menyenangkan berdampak positif pada motivasi belajar siswa, sehingga mereka menjadi antusias, aktif dan mempunyai kemauan yang tinggi serta sadar untuk belajar dengan sungguh-sungguh.

Sebagaimana yang telah dilaksanakan di SDN SEUNEUBOK LAPANG, yaitu sebuah upaya peningkatan prestasi belajar melalui metode saintifik dengan memanfaatkan secara optimal penggunaan teknologi yang menunjang pembelajaran di ruang-ruang luring dan juga layanan konsultasi pembelajaran door to door ke rumah siswa.

Tujuan pendekatan saintifik dalam pembelajaran antara lain untuk meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik, membentuk kemampuan dalam menyelesaikan masalah secara sistematik, menciptakan kondisi pembelajaran supaya peserta didik merasa bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan, melatih peserta didik dalam mengemukakan ide-ide, meningkatkan hasil belajar peserta didik, dan mengembangkan karakter peserta didik.

Proses pembelajaran dengan menggunakan pendekatan saintifik diarahkan agar peserta didik mampu merumuskan masalah (dengan banyak menanya), bukan hanya menyelesaikan masalah dengan menjawab saja.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan rata-rata nilai hasil belajar dari siklus I sebesar 68,66 sedangkan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 84. Peningkatan juga terlihat pada nilai tertinggi yang diperoleh siswa dari siklus I sebesar 75 menjadi 100 pada siklusII.

Dalam penelitian terlihat juga peningkatan nilai terendah yang diperoleh siswa dari siklus I sebesar 65, meningkat menjadi sebesar 68 pada siklus II. Jumlah ketuntasan individu yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) juga meningkat dari siklus I sebanyak 5 siswa menjadi 15 siswa pada siklus II. Sehingga dapat dikatakan bahwa peningkatan persentase ketuntasan individu pada Siklus I sebesar 34 % siswa yang telah mencapai ketuntasan atau mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), menjadi 96% siswa yang tuntas pada siklus II.

Pendekatan saintifik sebagaimana telah dideskripsikan sintaks pembelajarannya pada Permendikbud Nomor 81A tahun 2013 adalah kegiatan mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengolah data dan mengkomunikasikan.

Pendekatan saintifik merupakan salah satu metode dalam pengembangan karakter, pengetahuan dan kapabilitas/keterampilan siswa. Dalam aktivitas prakteknya pendekatan saintifik berjalan sesuai dengan kaidah ilmiah dengan dua alat berpikir dan para ahli cenderung lebih memilih penalaran induktif daripada penalaran deduktif.

Pendekatan saintifik dapat diimplementasikan dan berhasil guna meningkatkan partisipasi aktif siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. (*****)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.