Membuka Tirai Kebenaran

Berita Hoax warnai seputar tsunami Palu, Walikota di kabarkan meninggal

2 min read
Foto refrensi pihak ketiga



Lintasindonews.com, Jakarta – Berdssarkan informasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menemukan sejumlah konten berisi informasi hoax pascabencana gempa Donggala dan tsunami Palu di Sulawesi Tengah. “Kementerian Kominfo sejak Sabtu, 29 September 2018, memantau konten negatif yang beredar di jaringan internet baik melalui situs maupun media sosial dan platform perbincangan,” kata pelaksana tugas Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu, Selasa, 2 Oktober 2018.
Dari sejumlah hoaks yang beredar, Kementerian Kominfo pun mengimbau agar masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya.
Ferdinandus menuturkan, jika ada informasi yang diduga mengandung hoax baik seputar gempa Donggala dan tsunami Palu atau yang lainnya, masyarakat dapat melaporkannya melalui laman aduankonten.id, email aduankonten@kominfo.go.id atau mention ke akun Twitter @aduankonten.

1. Bendungan Bili-Bili, Kabupaten Gowa retak
Faktanya Bendungan Bili-Bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa.
2. Hoax Foto jenazah bergelimpangan
Kominfo menyebutkan foto yang digunkaan tersebut adalah foto kejadian gempa tsunami Aceh pada 2004. Foto tersebut kembali disebarluaskan sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.
Simak juga: Bantuan Asing untuk Gempa Donggala, dari Pesawat Hingga Pompa
3. Wali Kota Palu Hidayat meninggal
Sang Wali Kota juga menjadi korban hoax. Pascagempa, beredar foto Hidayat dan informasi bohong yang menyebut dirinya meninggal. “Faktanya Wali Kota Palu Hidayat tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah,” katanya.
4. Kabar gempa bumi susulan
Selanjutnya hoax gambar tentang gempa bumi susulan dan prediksi bahwa 2 Oktober akan terjafi gempa bumi lagi. Ferdinandus mengatakan faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti.
Baca: Polisi Tangkap 45 Orang Terkait Penjarahan Setelah Tsunami Palu
5. Gambar FPI menolong korban gempa
Beredar gambar anggota Front Pembela Islam sedang mengevakuasi korban gempa Palu 7,7 Magnitudo. Faktanya, dalam gambar tersebut adalah relawan FPI membantu korban longsor di Desa Tegal Panjang, Sukabumi.
6. Penerbangan gratis dari Makassar menuju Palu
Kemudian, hoax mengenai penerbangan gratis dari Makassar menuju Palu bagi keluarga korban. Padahal faktanya, pesawat Hercules TNI AU menuju Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat untuk korban gempa Donggala dan tsunami Palu. “Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita, dan anak-anak, serta pasien ke Makassar,” kata Ferdinandus. ( sumber uc news / tp )
Editor    :     Rian Hepi
SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social