Sel. Okt 15th, 2019

Membuka Tirai Kebenaran

Bis Sekolah Yang Ku Tunggu

2 min read

Oleh: Wachid Pratomo
Pengajar di Yogyakarta

OPINI, Perkembangan zaman memang tidak bisa dipungkiri saat ini, dari teknologi,pendidikan, transportasi sampai ke ranah sosial. Perkembangan teknologi yang tidak diimbangi dengan kesiapan pemakainya tentu akan berdampak timbulnya masalah dikemudian hari.

Titik fokus yang perlu bersama disoroti adalah perkembangan dunia transportasi saat ini. Tidak dipungkiri manusia semakin dimanja dengan adanya perkembangan transportasi, namun transportasi jugalah yang menyebabkan beberapa masalah yang ada disekitar kita.

Dari masalah kecelakaan, polusi akibat hasil pembakaran serta kejahatan yang berhubungan dengan transportasi. Coba kita amati, kecelakaan akhir-akhir ini didominasi oleh kelalaian pemakainya, salah satunya adalah faktor psikis dan mental pemakainya dan lebih miris lagi kecelakaan paling banyak melibatkan anak sekolah yang kebanyakan belum memiliki SIM.

Dilain pihak mungkin beberapa orangtua merelakan anaknya bersepeda motor ke sekolah selain efisien juga lebi fleksibel dalam hal waktu, namun perlu diingat faktor negatif juga dari memberikan sepeda motor ke anak yang belum selayaknya menggunakan.

Sudah semestinya jajaran pemangku kebijakan dalam hal ini dinas, pelaksana pendidikan diwakili sekolah, dan orang tua duduk bersama mencari solusi terbaik masalah ini.

Opini saya kenapa kita tidak mencoba mengefektifkan bus sekolah yang dulu pernah ada, sekarang banyak diaplikasikan sekolah swasta dan menjadi hal menarik, malahan bagi sekolah swasta karena adanya bus sekolah yang dirasa sangat membantu orang tua mengawai anaknya.

Ya kita uji coba dahulu, buat konsorsium, kerjasama dengan swasta berbasis sponsor, atau pemerintah dengan dinas perhubungannya menggelontorkan kebijakan bus sekolah yang nanti dibiayai negara, ditambah APBD dibantu oleh orangtua dan disokong oleh CSR perusahaan. Kalau yang membuat kebijakan pemerintah dan orang tua melalui komite sekolah dilibatkan saya rasa akan berjalan.

Mindset sekolah gratis bukan berarti orang tua tidak keluar apa-apa namun pemerintah membantu mengupayakan keringanan sekolah bagi warga negaranya atau coba sistem silang seperti mahasiswa. Semua hal kalau tidak dicoba tidak akan tahu hasilnya, maka bergeraklah dan berusahalah kalau niat tulus dan baik pasti rakyat, negara dan saya yakin sebagai umat beragama,Tuhan pasti akan membantu hambanya yang mempunyai tujuan mulia.

Maka untuk mengurangi resiko kecelakaan, resiko kejahatan yang mengintai anak, dan resiko yang lain maka solusi bus sekolah pantas kita coba bersama. Kita tinggal menunggu saja datangnya bus sekolah versi revolusi industri 4.0 untuk mengupgrade bu sekolah versi 2.0 beberapa dekade yang lalu.

Share this:

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Copyright © LintasIndoNews.com | by Media Group AWPI.