Membuka Tirai Kebenaran

BLK Kendari Gelar Pelatihan Berbasis Kompetensi Non Institusional

2 min read

LintasIndoNews.com | Mowila -Balai Latihan Kerja (BLK) Kendari, melaksanakan acara Pembukaan Pelatihan Berbasis Kompetensi Non Instutisional di Kecamatan Mowila, Kabupaten Konawe Selatan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekertaris Camat Mowila Kari, SE,. M.Si, AIPTU Ridwan mewakili Kapolsek Landono, kades lalosingi, kades sabolapoa, Kepala BLK Kendari, Herman, S.Pd, M.Si dan kasi Penyelenggara BLK Kendari Fira Febrianti, pelatihan ini dibuka secara resmi oleh sekretaris camat mowila. Dalam sambutannya sekcam mowila mengimbau peserta agar serius mengikuti pelatihan Dan mematuhi tata tertib yang ada.

Dalam kegiatan ini warga desa mengikuti, pelatihan Pengelolaan administrasi perkantoran paket VII,
Las fabrikasi paket VI, Operator cabinet sebanyak 16 orang disetiap kejuruan yang dilaksanakan di kantor camat Mowila. Pelatihan administrasi perkantoran akan berlangsung selama 280 JP (35 hari), sedangkan pelatihan cabinet making dan fabrikasi selama 320 JP (40 hari).

Dalam sambutan Ka. BLK Kendari menuturkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk menyiapkan calon tenaga kerja terampil dan kompeten sesuai bidang keahlian yang diikuti tersebut guna menghadapi kebutuhan tenaga kerja siap pakai atau bisa membuka lapangan kerja baru (berwirausaha/ mandiri). Dan sekaligus menjawab tantangan dunia kerja untuk bersaing dipasar kerja.

“Melalui kegiatan ini masyarakat akan memiliki keterampilan yang memadai sehingga tidak saja mencari lapangan kerja tetapi dapat menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Kepala BLK juga mengimbau peserta agar serius mengikuti pelatihan sehingga memiliki pengetahuan dan keterampilan guna meningkatkan taraf perekonomian masyarakat.

“Kami berharap, peserta pelatihan dapat menjadi pelopor di desa, sehingga mereka dapat menciptakan lapangan kerja,” Ujar Ka. BLK Kendari

Ka BLK kendari mengatakan pelatihan yang digelar BLK Kendari sangat menguntungkan warga desa, khususnya peserta karena pelatihan non institusional merupakan terobosan baru.

“Selama ini kita hanya mengenal pelatihan di BLK Kendari. Sekarang sudah BLK yang masuk desa-desa atau kampung demi meningkatkan keterampilan warga pelosok,” Tandasnya. (Edison)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.