Membuka Tirai Kebenaran

Buku Jejak Sejarah Indonesia Dapat Rekor MURI

2 min read

Saat diskusi bedah buku sejarah, Posisi Paling Kiri (baju batik) Sapta Putra Yad, Selasa (26/8)

LintasIndoNews.com | Solo, Sapta Putra Yad, project manajernya dari penulisan buku 1973 dengan istilah portugal, melakukan beberapa kegiatan bagi bangsa,  salah satunya adalah menulis buku sejarah.

Dalam penyampaiannya, Sapta menilai pelajaran sekolah dari SD hingga SMA, bahkan di jenjang Perguruan tinggi, kesulitan dalam belajar sejarah, menurut dia sudah tercecer dan tercerai berai.

“Dengan buku ini kita harapkan sejarah bangsa itu enggak tercecer,  kita kaitkan sejarah dunia jadi kita tahu pada saat bisa terjadi sesuatu di indonesia, “Jelasnya.

Sapto mengungkapkan buku memiliki panjang 11 meter, tebal 73 centi, dan memiliki jumlah 73 halaman, cerita dari masa lalu sejarah dunia hingga sejarah nabi.

Buku sejarah

“Kalau selama ini kan kita tidak tahu persis urutan nabi segala, seperti apa  besarkan kitab suci , itu ada semua, dan di situ waktu berapa lama sembilan bulan, ” Urainya.

Sementara Nina Akbar Tanjung pemilik Rumah Budaya Keratonan RBK), mengatakan bangga dengan adanya pembuatan buku sejarah jejak sejarah Indonesia tersebut, menurut dia bisa mempengaruhi budaya Indonesia.

“Dengan buku fakta sejarah Indonesia ini, diharapkan dapat menjadi tonggak budaya untuk bangsa Indonesia ke depan, sehingga masyarakat Indonesia mengetahui fakta sejarah Indonesia yang dapat di akui dunia, “tukas Nina.

Sementara Ketua Yayasan Forum Budaya Mataram BRM Kusuma Putra, sekaligus Pemerhati Budaya Kota Solo, dalam diskusi mengaku bangga dengan karya sejarah alumni ITB ini, dia berharap semua kedinasan dan perpustakaan di Indonesia memiliki buku tersebut, karena pentingnya isi tulisan fakta sejarah Indonesia.

“Kami berharap buku ini dapat dicetak lagi dengan ukuran yang lebih kecil, sehingga banyak dinikmati masyarat Indonesia.”‘ jelasnya. (Suci)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.