Membuka Tirai Kebenaran

BUMDes Masaran Berdikari Miliki Berbagai Usaha, 50 UKM di Bawah Binaannya

3 min read
Kades Yulianto berbaju biru dan Direktur BUMDes Masaran berdikari saat bersama di ruang PADMA

Lintas Indo | Sragen — Berdirinya Badan Usaha Milik Desa dilandasi oleh UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah Pasal 213 ayat (1) disebutkan bahwa “Desa dapat mendirikan badan usaha milik desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi desa” dan juga tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) no. 71 Tahun 2005 Tentang Desa. Pendirian badan usaha desa ini disertai dengan upaya penguatan kapasitas dan didukung oleh kebijakan daerah (Kabupaten/Kota) yang ikut memfasilitasi dan melindungi usaha masyarakat desa dari ancaman persaingan para pemodal besar.

Usaha jasa penitipan sepeda motor di kawasan industri

Mengingat badan usaha milik Desa merupakan lembaga ekonomi baru yang beroperasi di pedesaan, maka mereka masih membutuhkan landasan yang kuat untuk tumbuh dan berkembang. Pembangun landasan bagi pendirian BUMDes adalah Pemerintah, baik pusat ataupun daerah. Mengingat akan pentingnya BUMDes kali ini, Desa Masaran Kecamatan Masaran Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah memiliki berbagai usaha, baik bidang perdagangan maupun bidang jasa, yang langsung bisa di rasakan oleh masyarakat khususnya masayarakat desa Masaran.

Ketika meresmikan BUMDes Masaran Berdikari Kades Yuliyanto bersama para tokoh masyarakat

Bila menilik dari letak geografis Desa Masaran termasuk desa yang sangat di untungkan, yakni terletak di jantung kota Masaran. Bisa di katakan sebagai barometer dan unggulan di selatan kota bumi Sukowati. Bila diartikan sesuai filosofinya BUMDes Masaran berdikari memiliki makna yang sangat spektakuler, yakni berdiri diatas kaki sendiri (Berdikari), bahkan memiliki 50 pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) bagi warganya untuk berjuang di bidang perekonomian.

Apa saja usaha yang di miliki desa Masaran tentang BUMDes nya? Ini dia hasil wawancara dengan Kepala Desa Yulianto PR dan Direktur BUMDes Masaran berdikari Sumarno.

Ketika Media lintas indo bertandang di kantor desa, Yuliyanto rnenyambut dengan baik, saat bincang-bincang Kades yang ramah ini pun akhirnya bercerita sepanjang ia bekerja dalam Pemerintahan Desa Masaran. Bila pembangunan yang bersifat monoton menjalankan program Dana Desa (DD) maupun Alokasi Dana Desa (ADD) adalah wajar dan biasa. Namun yang membuat bangga dan bermanfaat bagi Desa adalah ketika Yulianto berperan menyelamatkan tanah O’O (milik negara) bisa menjadi aset desa, yakni tanah lapangan desa yang kini bisa menjadi ikon desa.

“Alhamdullilah kini tanah itu sudah resmi menjadi bagian aset desa yang bisa kita selamatkan, ” Urainya.

Adalah prestasi yang luar biasa bila di tela’ah, bisa menjadi aset yang akan di miliki hingga ke generasi berikutnya. Atau Yuliyanto termasuk pencetak sejarah Kades yang berani dan mampu menyelamatkan aset negara. Berdasarkan informasi yang di himpun Media ini tampak pembangunan di desa Masaran terlihat mengular dimana-mana hingga misi yang dulu di emban kini sudah terealisasi. Tidak ada jalan becek di desa Masaran.

Untuk bidang perekonomian seperti BUMDes Masaran ketika di konfirmasipun Yuliyanto tidak bekerja sendirian, namun sudah di serahkan kepada tokoh masyarakat yang akhirnya direktur BUMDes Sumarno pun di undang ke desa, sebagai wujud narasumber otentik dan apa adanya.

Akhirnya setelah bertemu di ruang PADMA Desa Masaran Sumarno pun mengawali pembicaraan awal mula terbentuk nya BUMDes Masaran Berdikari.

Menurut Sumarno BUMDes masaran baru saja melangkah, atau bisa dikatakan seumur jagung. Namun kini sudah memiliki berbagai usaha, yakni dua Pom Mini, area parkir sepeda motor di lokasi dekat pabrik boneka menampung 1200 motor perhari dengan tiga shiff. Sewa kios permanen dengan mengutamakan warga sekitar atau warga Masaran.

“Alhamdullilah masyarakat desa kami bisa menikmati usaha BUMDes Masaran ini, bahkan kami bisa meningkatkan penghasilan mereka yang bekerja di BUMDes sudah melebihi batas UMR di Sragen, yakni rara-rata dua juta perbulan, ” terang Sumarno.

Selain itu yang menjadi harapan masyarakat masaran menjadi optimis, kini BUMDes Masaran memiliki 50 orang untuk di bina, yakni para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), menurut Sumarno para pelaku usaha ini diajak kerjasama seputar produksi rumahan makanan ringan khas Masaran, seperti pembuatan kue, kripik singkong dan aneka makanan lainnya, BUMDes menyediakan bahan para pelaku bisa belanja di BUMDes dengan harga terjangkau, serta pihak BUMDes siap mencarikan terobosan dalam pemasaran, yang bersifat rutin ataupun pemesanan jika ada hajatan warga, bahkan sampai ke luar daerah.

“Semua kami lakukan demi desa menjadi maju serta masyarakat bisa sejahtera, sehingga kedepan masyarakat mampu berdiri sendiri dalam meningkatkan ekonomi dan tidak sulit mencari lapangan kerja, untuk area parkir saja kita hanya menarik retribusi seribu rupiah dari setiap motor yang masuk, agar para pekerja pabrik tidak terlalu berat pengeluarannya, ” Pungkas Sumarno. (Wanto/Rian)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.