Membuka Tirai Kebenaran

Dampak Pandemi Virus Corona Ratusan Seniman Rembang Nganggur

2 min read

LINTASINDONEWS.com, REMBANG – Adanya pandemi covid-19 ini memang telah membuat hampir semua aktivitas menjadi lumpuh.

Seniman yang terbiasa berkegiatan di luar rumah terpaksa harus berdiam diri di rumah karena mengikuti anjuran pemerintah untuk melakukan social distancing (menjaga jarak).

Situasi ini tentu membuat kondisi mereka menjadi sulit. Mereka harus memutar otak agar bisa tetap berkesenian dan bisa mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Hampir 3 bulan menganggur akibat pandemi Covid-19, para musisi, penyanyi maupun pekerja dangdut di Rembang, hari Kamis (18/06/2020) mereka menggelar aksi Ngamen Bareng.

Puluhan orang yang tergabung dalam Perkumpulan Seniman Dan Pekerja Dangdut Rembang (Pasdendang) ini, melakukan Ngamen Bareng, sebagai bentuk keprihatinan.

Aksi Ngamen Bareng berlangsung di pertigaan tugu adipura depan kantor DPRD Rembang, diruas jalur Pantura Semarang – Surabaya,

Ketua Pasdendang, Edi Mulyono mengatakan, ada sebanyak puluhan pegiat dangdut mulai dari musisi, vokalis, MC, bahkan pelaku usaha panggung dan sound system yang ikut dalam kegiatan tersebut.

Dibagi empat lokasi berbeda, yaitu di TPI Tasikagung, Pasar kota Rembang, persimpangan jalan Kartini, dan persimpangan tugu Adipura Rembang.

“Jadi personilnya kami bagi menjadi empat lokasi berbeda. Mereka mengamen, bertujuannya untuk menggalang dana dari masyarakat,” jelas Edi kepada wartawan di sela kegiatan.

Edi yang juga sebagai musisi menyebut, dana yang terkumpul dari hasil mengamen, sebagian akan diberikan kepada Pemkab Rembang untuk menyumbang penanganan pencegahan COVID-19 di Kabupaten Rembang. Sisanya, untuk biaya transportasi para pegiat yang ikut.

“Sedapatnya berapa, akan kami serahkan kepada Pemerintah, dan juga kami bagikan kepada para pelaku seni khususnya dangdut ini yang terdampak akibat COVID-19. Sebab, selama pandemi ini, 3 bulan benar-benar menganggur,” imbuhnya.

Setelah mengamen di sejumlah titik, akhirnya mendapatkan uang sekira Rp 1,5 Juta. Kemudian disisihkan Rp 200 ribuan untuk disumbangkan ke Posko Terpadu Covid-19 di Kantor Bupati Rembang.

Bupati Rembang H. Abdul Hafidz menerima langsung sumbangan dari Pasdendang. Dalam kesempatan itu Bupati berjanji pada awal bulan Juli mendatang, pihaknya akan mengeluarkan regulasi aturan di bidang seni. Kuncinya, tetap mengedepankan standar protokol kesehatan.

“Bangga warga saya ikut peduli penanganan Covid-19, tapi di sisi lain saya prihatin, karena aktivitas mereka terganggu. Sebentar lagi saya keluarkan surat edaran berkaitan seniman. Insyaallah nanti awal Juli akan kita mulai, “ terang Bupati.

Bupati menyadari jika menganggur terlalu lama, rawan memicu aksi kejahatan. Apalagi manakala sudah tidak ada bantuan dari pemerintah dan keuangan menipis, kondisi masyarakat akan semakin terpuruk.

“Mungkin saat ini masih bisa bertahan. Tapi lambat laun, milik orang lain yang dilirik. Makanya saya antisipasi itu, pelan-pelan akan kita buka, “ imbuhnya.( Insan )

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.