Membuka Tirai Kebenaran

Datangkan Ahli Bidang Pertanian di Desa Kunti, Kunto: Para Ahli Yang Kami Hadirkan Tanpa di Pungut Biaya

3 min read

Kunto saat hadir di Residents Interact Advanced Desa Kunti. Rabu (14/8)

LintasIndoNews.com | Boyolali, Dia begitu mencintai Pedesaan, yang tergolong banyak di tinggalkan para generasi muda untuk hijrah menjadi kaum urban yang lebih menjanjikan, karena lapangan kerja yang sulit, namun di mata sang maestro pertanian ini, dia bisa merubah rasa pesimisme menjadi optimisme.

Suasana rembuk gayeng bersama mas kunto

Adalah Mas Kunto begitu ia biasa di sapa, menurutnya desa adalah sumber harapan baru, sebagai ujung tombak negara. Walaupun Kunto bukan seorang birokrasi di Pemerintahan, Pria yang biasa blusukan di pedesaan ini rajin mensosialisasikan Praktek Kerja Pemerintahan, khususnya bidang Pertanian.

“Untuk desa – desa yang ada di Jawa Tengah sudah banyak Pekerjaan yang saya lakukan, yakni Pati, Batang, Pekalongan, Brebes, Sragen dan jika semua di undang maka tempat ini pasti tidak akan muat, ” Kelakar Kakak kandung Gubernur Jateng Ganjar Pranowo ini, saat hadir di Desa Kunti, Kecamatan Andong, Kabupaten, Boyolali beberapa waktu lalu. Rabu (14/8).

Dalam memperjuangkan para Petani, Kunto selalu rajin berkolaborasi dengan para ahli di bidang pertanian. Yakni tentang pupuk, ahli ekosistem jenis tanah dan ahli pembuatan embung air sesuai kebutuhan dan aspirasi dari para petani.

Untuk menampung aspirasi dari para petani, kali ini Kunto mengadakan Rembuk gayeng bersama, bertempat di Residents Interact Advanced Desa Kunti. Membahas tentang pangan serta potensi desa kreatif dan maju, dengan para Ahli pangan, ahli tanah yang siap merubah desa percontohan, kunti maju dan sukses. Tujuan dalam rembuk ini bagaimana cara menghadapi kendala pertanian, tentang ekosistem tanah dan embung yang kering.

Para ahli tersebut meliputi Prof.Dr.Ir. Sunjoto, Dip, HE, DEA IPU (Food Expert) , Prof.ir Joko Sujono, MEng, PhD (Forestry Expert ) , Prof. Dr. Ir. Nursamsi Puspsendjojo, MAgr. (Artists) , Ir. Intan Suprapa ST, MSc, PhD, IPM (Ahli Tekealogi Pertanlan) , Gatotkoco Suroso (Writer & Social Activist) Moderatore Mas Haryanto.Sp Ir.Tri martono, Sp (ahli pupuk organik) serta hadir pula penemu Padi Gogo Rancak

Di pilihnya Desa Kunti yang kini memiliki Kades baru Tawiyanto, adalah mengingat ketahanan pangan di desa ini tergolong masih kuat dan bertahan dengan makanan khas desa, yakni Gembili, Ketela, Singkong serta masih ada sajian getuk dan Puli (gendar) Pecel, gudangan ikan peyek, sambel teri serta makanan khas desa lainnya.

Salah satu acara menarik kali ini, adalah kehadiran dari seorang pengusaha sebut saja Abah Anom, yang siap order kebutuhan perbulan mencapai 500 ton, dalam arahannya dia siap bermitra dengan para petani di desa kunti, untuk membelinya dengan harga yang baik. Dengan harapan hasil pertanian bisa menjadi komoditas Ekspor.

Selain itu hadir pula Pengusaha asal Belanda , dia juga menyampaikan siap menyalurkan ke beberapa negara. Jika hasil melimpah para petani tidak perlu takut untuk menjualnya, dan  bisa menjadi sumber devisa bagi negara.

Di sela acara, kepada wartawan Kunto menyampaikan untuk skala prioritas desa kunti segera di perkuat dengan membuat Perdes, dan dia siap membantu di bidang hukum dengan mengandung pakar dari UGM.

“Saya minta di sediakan lahan tanah satu hektar saja, untuk central pohon pisang dengan mencari bibit pohon yang baru, cukup dengan cara manual saja, ” Ujarnya.

Lebih jauh, Kunto juga menyampaikan para ahli yang dia datangkan semuannya gratis dan non profit, para ahli justru terkesan dengan suguhan ala kampung, sementara untuk masalah air pertanian butuh biaya hingga ratusan juta, desa juga tidak perlu menganggarkan.

“Nanti bagaimana caranya, akan kami usahakan, mungkin ini desa satu-satunya di Indonesia yang akan kami jadikan percontohan, ” Jelas Pria bersahaja ini. (Tim)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.