Membuka Tirai Kebenaran

Desa Geneng Sambut Baik Pembangunan Dengan Perdes Baru

2 min read

Lintasindonews.com, SRAGEN. – Semua yang di lakukan oleh masyarakat, khususnya desa geneng kecamatan miri kabupaten sragen berjalan kondusif dan lancar, dalam pelaksanaan pilihan Perdes.

Sudah tertuang  peraturan bupati Nomor 10 tahun 2018 tentang petunjuk pelaksanaan peraturan daerah kabupaten sragen. Nomor 8 tahun 2017 tentang perangkat desa, telah disahkan pada tanggal 22 Pebruari 2018 dan disosialisasikan oleh Bupati Sragen dr. Kusdinar Untung Yuni Sukowati
Kini perangkat desa geneng yang sudah di lantik dan siap bekerja adalah Ondriyanto, S.Kom menjabat sebagai Sekdes, Sari Tri Rejeki sebagai Kaur Keuangan dan Kasi Pelayan di duduki Ria Dian Dewantini, SPd.

Oleh sebab itu Kades Geneng Suhirman memberi dukungan sepenuhnya untuk selalu bekerja secara profesional dan proporsional, yang memiliki jiwa melayani bukan seperti pegawai biasa namun bekerja kapan saja bila di butuhkan. Mengingat desa geneng secara grografis terletak di ujung paling barat kabupaten sragen perbatasan wilayah kabupaten boyolali, desa geneng memiliki multikultura namun terap menjaga kerukunan antar sesama. Terbukti semua fasilitas bantuan terealisasi dengan baik dan berjalan sesuai aturan.
Untuk itu Suhirman selalu berharap kedepan perangkat yang baru ini, tergolong sudah mampu menjalankan IT bisa lebih bermanfaat dalam menyelesaikan tugas – tugas desa, baik penyelesaian SPJ maupun pelayanan lainnya.

” Kami mengucapkan terima kasih kepada semua elemen masyarakat, khususnya panitia penjaringan perdes yang selama ini berjalan baik dan kondusif, jujur, transparan dan proporsional. Kepada para tokoh masyarakat, BPD, LP2MD, Muspika dan jajarannya kami mohpn dukungannya kepada perangkat baru kami yang baru melaksanakan tugas, agar bisa membawa perubahan untuk desa geneng yang lebih baik ,” Jelas Suhirman.

Seperti yang di himpun tim lintas indo kab Sragen sendiri dalam mengisi kekosongan perangkat desa dilakukan dengan Mutasi, Penjaringan dan Penyaringan yang dilaksanakan dengan uji kompetensi. “ 4 -9 Maret lalu, Desa harus segera melakukan penataan untuk menyesuaikan SOTK yang baru. Setelah ada yang kosong selanjutnya dilakukan Mutasi dan penjaringan/penyaringan dari para perangkat desa yang ada. Baru setelah ada yang kosong menjadi kesempatan orang luar perangkat desa untuk mengisi kekosongan lewat perekrutan dengan uji kompetensi tersebut.

Untuk sistem yang di jalankan, dalam uji kompetensi secara mutasi nilainya minimal 60. jika tidak ada tetap dibiarkan kosong, selanjutnya dilakukan dengan cara penjaringan dan penyaringan perangkat desa serta 32 hari kerja harus selesai. ( tim )

Editor   :    Rian Hepi

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social