Membuka Tirai Kebenaran

Desa Jenalas Tahun Ini Siap Wujudkan Desa Inovatif Buah Sawo

2 min read
Kades Jenalas Bambang Gunawan

LintasIndoNews.com, Sragen — Dana desa yang diberikan dari pemerintah pusat ke desa-desa terbukti ampuh mensejahterakan masyarakat. Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai capaian yang dilakukan oleh beberapa Desa di seluruh Indonesia. Keberhasilan dana desa dalam mensejahterakan masyarakat, membuat pemerintah pusat terus meningkatkan jumlah alokasi anggaran untuk dana desa.

Berdasarkan Permendesa no 21 tahun 2015, pemerintah memprioritaskan penggunaan dana desa dalam tiga hal. Pertama, infrastruktur, kedua Pelayanan sosial Dasar, dan ketiga peningkatan kapasitas ekonomi desa. Untuk itu Pemerintah berharap kepada masyarakat dan media untuk turut serta melakukan pengawasan agar tidak terjadi penyalahgunaan dana desa.

Dalam hal ini sesuai apa yang di katakan Kades Jenalas Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah, Bambang Gunawan ketika bincang – bincang dengan tim lintas indo, membangun desa merupakan salah satu komitmen utama dari pemerintahan desa yang ia laksanakan. Komitmen tersebut tertuang dalam visi dan misinya saat mencalonkan dahulu.

Ilustrasi

Salah satu implementasi dari komitmen pembangunan desa tersebut adalah pelaksanaan alokasi dana desa dan dana desa dari tahun ke tahun.

Terbukti kini desa jenalas sudah banyak perubahan, jalan di setiap sudut kampung sudah banyak terealisasi pengecoran jalan, jalan usaha tani ber makadam hingga sumur dalam sawah berenergi tenaga listrik ada 4 titik yang kini berdampak pesat, yakni jika dulu lahan sawah yang mengalami masa tanam 3 kali dalam setahun hanya 60 persen lahan, kini mencapai 100 persen lahan pertanian 3 kali panen dalam setahun.

Sementara itu fasilitas umum olahraga seperti lapangan desa sudah di benahi dengan pavingisasi dan talud yang melingkari lapangan bola. Saat ini masih aktif di pakai masyarakat terutama untuk anak sekolah SDN Kenalan setempat.

Sebagai desa yang ingin menorehkan prestasi desa jenalas tahun ini siap menjadi desa inovatif dengan ikon buah sawo, kegiatan ini akan menanam kembali pohon sawo yang kini sudah mulai berkurang. Sistim reboisasi di desa nanti kelak akan menghidupkan lagi buah sawo yang sudah melegenda di desa jenalas.

Inovasi baru yang akan di kemas, sesuai pelatihan dari dinas pertanian akan di buat produk lokal menjadi beragam makanan ringan, yakni kripik sawo, dodol sawo, puding sawo dan brownis berbahan sawo.

Dalam pemasaran nanti sudah ada pangsa pasar di berbagai wisata di sragen sebagai jajanan kas oleh-oleh dari sragen, bahkan bukan hanya wilayah sragen saja, namun hingga ke seluruh pelosok nusantara.

Itulah sekilas profil wajah desa jenalas, yang kini sudah mencapai desa yang maju dan berkembang. (Wanto)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.