Membuka Tirai Kebenaran

Desa Purworejo menjadi Kampoeng Siaga Covid-19 terlengkap

2 min read

LINTASINDONEWS.com, REMBANG – Desa Purworejo Kecamatan Kaliori Resmi Jadi Kampoeng Siaga Covid-19. Peresmian dilakukan oleh Kapolres Rembang AKBP Dolly A Primanto bersama Wakil Bupati Rembang H.Bayu Andriyanto dan Dandim 0720 Rembang Letkol Andi Budi Sulistianto Sabtu (6/6/2020).

Mereka bertiga mengecek langsung kondisi di desa tersebut. Mulai tersedianya tempat cuci tangan di disejumlah rumah, penerapan protokol kesehatan di warung, pengkondisian jamaah di masjid desa sampai dengan pelaksanaan karantina bagi pelaku perjalanan di rumah karantina yang ada di desa tersebut.

Kapolres Rembang dalam kesempatan itu menyebutkan ada 33 kampoeng siaga covid-19 di Kabupaten Rembang. Purworejo menjadi desa yang paling lengkap tentang kelengkapan protokol kesehatannya.
Ia berharap semakin banyak desa yang menjadi kampung siaga corona ini.”Mudah- mudahan Pak Dandim, Pak Wakil Bupati, Pak Bupati semuanya bisa mendorong, termasuk Kepala Desa harapan kami.

Sehingga kita akan ringan ketika masyarakat sadar melawan atau mencegah covid-19 ini, ” ujarnya.

Kampoeng siaga covid-19 sangat penting dalam menyiapkan masyarakat menghadapi tatanan hidup baru atau new normal. Penerapan protokol kesehatan tentang pemutusan penyebaran virus corona ataupun pola hidup sehat harus benar- benar dilaksanakan masyarakat dalam aktivitas sehari- hari.

Sementara itu Wakil Bupati menyampaikan bahwa terkait new normal Pemkab Rembang meminta masukan dari masing- masing Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Pemkab tidak bisa langsung begitu saja melaksanakan new normal, karena ada sejumlah persyaratan.

“Beberapa hari ini juga kita diskusikan, InsyaAllah akan ada surat edaran dari Bupati, terkait sekolah madrasah atau yang diniyah ini baru dirumuskan, InsyaAllah sebentar lagi keluar, ” ujarnya.
Terkait pendidikan formal, Wabup menuturkan masih menunggu petunjuk dari Kementrian pendidikan. Penerapan new normal, daerah tidak bisa berjalan sendiri- sendiri. “Semuanya harus terstruktur, tidak bisa semua berjalan , kita harus siap new normal, itu juga harus ada persetujuan juga dari provinsi. Hari ini yang sudah berjalan di Jawa Tengah baru di Tegal, ” jelasnya.( TRIE )

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social