Membuka Tirai Kebenaran

Desa Slendro Dukung Infrasktutur Dan BUMDes

2 min read
Kades Slendro dan Tokoh Masyarakat

Desa Slendro Dukung Infrasktutur Dan BUMDes

LintasIndoNews.com, Sragen — Desa-desa di Pulau Jawa lebih berpeluang memanfaatkan dana desa untuk membentuk BUM­Des karena infrastrukturnya relatif lebih baik dibandingkan de­ngan desa di luar Pulau Jawa. Namun, berkaca dari pengalaman pengelolaan badan usaha mi­lik daerah (BUMD) yang sering menjadi kendala belum paham ya desa cara mengelola, untuk itu pengelolaan BUMDes mesti dilakukan secara profesional.

Santoso Kades Slendro

Seperti halnya Desa Slendro Kecamatan Gesi Kabupaten Sragen Provinsi Jawa Tengah, Pembangunan diutamakan dengan menjaga kualitas demi membangun untuk manusia dan masyarakat yang inklusif dan berbasis luas, serta golongan dan wilayah.

Selain itu Desa Slendro yang di Pimpin Kades Santoso dan Sekdesnya Joko Purnomo selalu menjaga aktivitas pembangunan dengan baik dan transparan dan keseimbangan ekosistem demi menghasilkan pertumbuhan dan kesejahteraan yang berkelanjutan.

Guna mengapresiasi keinginan Pemerintah Pusat maupun Daerah, Desa Slendro sesuai Undang-Undang Desa yang diperjelas melalui Peraturan Menteri Desa PDTT Nomor 21 Tahun 2015 tentang Penetapan Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2015 menyebutkan, salah satu prioritas pemanfaatan dana desa adalah pendirian dan pengembangan BUMDes.

Kini Desa Slendro sudah memiliki BUMDes, yang sudah di terapkan, Yakni sistim Simpan Pinjam yang di kelola oleh LKM sudah berjalan satu tahun.

Saat di konfirmasi Santoso di dampingi Sekdes Joko Purnomo dan Tokoh Masyarakat Damin, mengatakan, pebangunan di laksanakan terlebih dahulu dengan mengutamakan prioritas usulan masyarakat.

” Saat ini kami membangun dengan Dana Desa untuk jalan – jalan masuk kampung, terutama akses jalan utama baik pertanian maupun akses perekonomian, ” Jelas Santoso.

Sementara Damin juga menyatakan yang sama, menurutnya Dana Desa berdampak yang sangat luar biasa. Kini Damin beserta masyarakat lainnya bisa tersenyum lega, menikmati hasil pembangunan tanpa ada unsur ketidak transparan, namun di laksanakan langsung oleh TPK dari masyarakat.

“Kami sangat senang sekali hasil pembangunan sudah bisa di nikmati oleh masyarakat, terutama akses perekonomian, ” Ungkap Damin.

Bila di lihat mayoritas penduduk desa slendro adalah petani padi dan jagung serta sayur mayur berupa terong. Yang hidup rukun berdampingan dan saling terikat budaya gotong royong, itulah sekilas desa slendro yang berada di ujung utara kabupaten Sragen. (Wanto/Har/fajar)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.