Membuka Tirai Kebenaran

Di Ikuti Ribuan Peserta, PSHT adakan Tes Kenaikan Tingkat Sabuk Putih di Sasana Manggala Sukowati

3 min read
Saat acara tes kenaikan sabuk di Sasana Manggala Sukowati Sragen, Foto: Dok. Yoeli

LintasIndoNews.com | Sragen –– Pencak Silat sebagai warisan budaya leluhur asli Indonesia patut di uri-uri (jaga dan lestari). Untuk itu dengan tumbuh kembangnya PSHT ( Persaudaraan Setia Hati Teratai ) bisa merambah di kalangan kawula muda, tua dan bahkan sampai di belahan dunia.

Saat berpose bersama Ketua PSHT cabang Sragen

Pencak Silat PSHT sendiri cikal bakal dan pusatnya ada di Madiun Jawa Timur yang pastinya patut di banggakan dan mempunyai beberapa cabang masing – masing di seluruh Indonesia bahkan di manca negara.

Berpose bersama di depan Sasana Manggala Sukowati

Di Kabupaten Sragen Jawa Tengah saat ini mengadakan peningkatan sabuk hijau ke tingkat sabuk putih, yang di selengarakan di gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Kab Sragen tanggal ( 5/5).

Hal ini sebagai wujud maju kembangnya Pencak Silat yang ada di wilayah tersebut . Terlihat dari tahun ke tahun banyaknya jumlah siswa untuk mengikuti tes peningkatan sabuk. Jumlah peserta saat ini mencapai 1975 siswa .

Di sela – sela acara saat bincang-bincang dengan Ketua cabang Drs Surtono menjelaskan , Ujian Kenaikan Tingkat Perguruan Pecat Silat PSHT adalah seni beladiri Pecak Silat asli budaya Indonesia yang berdiri sejak di zaman perang kemerdekaan.

Maka dari itu Menurut Surtono generasi penerus Pencak Silat dari cabang Sragen memberi motifasi kepada pendatang baru, agar bisa tercapai apa yang menjadi tujuan PSHT yang selalu mengedepankan Persaudaraan dan Berbudi luhur , sehingga ada kewajiban secara moral untuk melestarikan kebudayaan tersebut.

“Kenaikan tingkat ini adalah wujud nyata pelestarian seni budaya sekaligus menjaring bibit baru yang nantinya bisa menjadikan warna di PSHT ke jenjang atlet serta bisa mendidik kerohanian kepada siswa , tentunya dengan ke SH an yang slalu di berikan bisa mendorong siswa untuk bersosialisasi serta menjujung tinggi etika dan moral yang natinya di apresiasikan di masyarakat pada umunya demi ke maslahatan ,” tutur Pria bertubuh gempal yang sudah menjadi warga tingkat dua ini.

Sementara Suwanto SE ,M, M selaku Sekretaris Cabang mengungkapkan Ujian yang digelar selama satu hari mulai pagi jam 08.00 wib sampai selesai.

” Kami memberikan pengetahuan dengan materi yang di ajarkan meliputi , tehnik jurus , dan senam sesuai sabuk yang disandangnya , sabuk putih bukanya tingkatan terakir , namun masih ada lagi tingkatan Pendadaran ,” tambah pria ganteng tersebut .

Salah satu ketua panitia Sumardi SH , menyampaikan anggota siswa yang di kirim untuk peningkatan sabuk putih ada 1975 siswa , adapun persiapan sebelumnya sudah matang dari materi jurus , teknik dan peralatan yang lainya.

” Saya berharap PSHT bisa membangun kestabilitas nasional , serta tidak boleh berpolitik praktis Siswa slalu kami berikan motifasi agar mereka semangat dan bisa melewati ujian , karena siswa merupakan anak didik yang masih perlu bimbingan , yang natinya bisa bersinergi ,” ungkap Sumardi optimis.

Masih menurut Sumardi terkait latihan dia mencoba , mengupayakan bekerja sama dalam berbagai hal supaya bisa tercukupi acara tersebut. tidak mudah maka pihaknya merapatkan barisan agar acara berjalan dengan lancar , dan mengucapkan trimakasih sebanyak – banyaknya semua pihak dengan konsisten dan kesabaranya ,acara berjalan dengan lancar .

” Semua ini merupakan tugas bersama bagi Warga PSHT untuk melakukan penelitian dan pengembangan pada organisasi, baik materi latihan, pemusatan latihan, pencarian bibit baru yang persiapkan untuk atlet, dan yang terpenting adalah mengadakan pendidikan khusus yang mengarah pada kualitas pelatih ,” pungkasnya.

Terpisah ketua Ranting , Kec Gemolong Bagus , menyampaikan kepada siswa didiknya untuk meningkatkan kembali penguasaan materi , jurus . Hal ini diperlukan agar peserta atau siswa dapat mengembangkan pengetahuan yang diperoleh dari PSHT .

” Saya selalu berpesan kepada siswa jadi lah nanti menjadi Warga yang ber SH, karena menjadi warga yang ber SH satu Warga akan mewakili seribu SH ,untuk menjadi warga mudah namun menjadi warga yang ber SH itu yang sulit nantinya akan mewakili seribu SH , kedepankan Budiluhur sesuai ajaran PSHT ,” paparnya.

Diakhir acara tampak hadir dari Jajaran Polres Sragen,pihak Polres sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan ini.(yoel/Balinding)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.