Membuka Tirai Kebenaran

Di Klaten 7 Orang Tewas di Sengat Lebah, Ini Kata Pakar

2 min read

LintasIndoNews.com – Warga Kabupaten Klaten, Jawa Tengah sedang diresahkan oleh keberadaan tawon endhas yang telah menewaskan tujuh orang.

Meski banyak yang belum mengenal jenis tawon ini, Hari Nugroho selaku pakar ilmu serangga LIPI menegaskan tawon endhas bukan jenis baru atau tawon asing yang masuk ke Indonesia.
Kita yang di Jawa tentu sering melihat tawon ini , biasanya menyerang bagian kepala jika dia merasa terganggu oleh keberadaan manusia .

Serangga yang bernama ilmiah Vespa affinis ini telah tersebar di Asia tropis, termasuk Indonesia.

“Jadi bukan jenis asing atau invasif yang masuk di Indonesia, tetapi sejak dulu ada di Indonesia,” katanya dilansir Kompas.com, Jumat (11/1/2019).

Tawon ini bisa ditemukan di banyak tempat, mulai dari kawasan dan tepian hutan, di tebing-tebing hingga sekitar pemukiman warga yang tingginya kurang dari 500 meter di atas permukaan air laut atau dataran rendah.

Untungnya, V affinis bisa dengan mudah dikenali berkat ukurannya yang agak besar, yaitu panjang sekitar tiga sentimeter, tubuh yang berwarna hitam dan gelang berwarna kuning atau oranye di perut.

Mengapa Klaten?

Anda mungkin bertanya-tanya: Bila bisa ditemukan di mana-mana, mengapa kasus penyerangan tawon endhas terhadap manusia begitu masif di Klaten?

Hari berkata, pengaruhnya ada macam-macam. Meski demikian, ia tidak percaya ini merupakan akibat dari ledakan populasi tawon endhas.

Dikutip dari BBC Indonesia, selain korban tewas, sengatan tawon vespa ini juga menyebabkan sejumlah warga yang terkena sengatan menjalani rawat inap di rumah sakit.
Di sebuah desa di Klaten, setidaknya ada sekitar 10 kepala keluarga yang bahkan sampai harus mengungsi karena khawatir dengan sengatan tawon tersebut.

Salah satu anggota Operasi Tangkap Tawon (OTT) Damlar Klaten, Eddy Setiawan menjelaskan beberapa ciri tawon Vespa affinis yang menyerang warga Klaten.
Di antaranya adalah ada cincin di bagian ekor, berwarna oranye dan berukuran sekitar 1,5 centimeter. Untuk ratunya, berukuran sekitar dua centimeter.

Tim Pakar Serangga dari LIPI bahkan menyebut jika serangan tawon di Klaten merupakan yang terbesar di Indonesia.
” Saya tidak mau menyimpulkan demikian karena sudah sejak lama tawon ini ada di mana-mana, dan tidak aneh jika dia bersarang di seputaran pemukiman,” katanya.

Lagipula, serangan tawon ndas juga tidak hanya dilaporkan di Klaten saja.
Hari menuturkan keberadaan sarang tawon ndas juga sudah dilaporkan di Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan juga Sragen.

Namun, hasil pemetaan sarang tawon yang dilakukan oleh Hari menunjukkan hewan ini telah melingkupi seluruh dataran rendah Klaten, khususnya Klaten timur seperti Karangdowo , Pedan , Juwiring , Cawas dan Trucuk .

Hari juga membandingkan peta tersebut dengan peta tata guna lahan di Klaten.
Hasilnya menunjukkan karakteristik dari Klaten yang seperti kota kecil lainnya, yaitu grup-grup pemukiman yang dikelilingi oleh lahan pertanian, adalah tempat habitat yang bagus bagi tawon ini untuk berkembang biak.

Pasalnya, V affinis adalah tawon predator yang memangsa larva serangga lain, seperti hama pertanian.

Library : tribunnews.com

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.