Membuka Tirai Kebenaran

Di Nilai Rugikan Petani Rumput Laut, PT Baula Petra Buana di Desak Hentikan Aktifitas

2 min read
Tiga lembaga se-Sultra saat demontrasi

Merugikan Petani Rumput Laut, Tiga Lembaga Se-Sultra Desak Dinas ESDM Untuk Menghentikan Aktivitas PT. Baula Petra Buana, Diduga Merusak lingkungan

LintasIndoNews.com | Kendari — Massa aksi yang tergabung dalam konsorsium PMII se-Sultra, Gerakan Peduli Masyarakat Sultra (GMP-Sultra) dan DPP Gerakan Muda Nusantara (Gema-Nusa), menggelar unjuk rasa (unras) di Kantor Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM)Sulawesi Tenggara, Selasa (28/5/19).

Pasalnya, diduga aktivitas PT. Baula Petra Buana, telah menimbulkan kerusakan lingkungan dan berdampak negatif, yang mengakibatkan para petani rumput laut mengalami kerugian besar. Sebab rumput laut tercemar dengan lumpur dan solar.

Dalam orasinya kordinator lapangan (korlap), Muh. Hazratul Ansar mengatakan, aktivitas bongkar muat ore nickel di jetty perusahaan PT. Baula Petra Buana, menimbulkan kerusakan pada budi daya rumput laut sehingga para petani rumput laut mengalami kerugian sangat besar karena gagal panen, kata dia.

Olehnya itu, massa aksi mendesak Dinas ESDM Sultra, untuk menghentikan aktivitas bongkar muat ore nickel di jetty PT. Baula Petra Buana di Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, pinta Hazratul Ansar

Selain itu, pengunjuk rasa meminta kepada Polda Sultra untuk membentuk tim penyelidikan, perihal dugaan pengancaman dengan menggunakan bom serta senjata tajam, yang dilakukan oknum pihak PT. Baula Petra Buana terhadap masyarakat petani rumput laut di Konawe Selatan, harap Hazratul Ansar

Dalam aksi tersebut, sempat terjadi insiden dengan pihak Dinas ESDM, namun berhasil dilerai oleh pihak kepolisian Polres Kendari

Pihak awak Media, telah berupaya melakukan konfirmasi ke pihak manajemen PT. Baula Petra Buana melalui cellulernya, namun belum ada jawaban hingga berita ini di turunkan. (Edi)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.