Membuka Tirai Kebenaran

Do’a Untuk Negeri dan Silahturahmi TNI-Polri, di Plaza Stadion Manahan

2 min read
Kegiatan Doa Untuk Negeri Dan Silaturahmi TNI – Polri Dengan Masyarakat, yang diikuti sekitar 6000 orang. Rabu (26/6) Pukul 16.45 s.d 18.00 WIB.

LintasIndoNews.com | Solo –– Di Plaza Stadion Manahan Jln. Adi Sucipto No.1 Kel Manahan Kec Banjarsari kota Surakarta telah berlangsung Kegiatan Doa Untuk Negeri Dan Silaturahmi TNI – Polri Dengan Masyarakat, yang diikuti sekitar 6000 orang. Rabu (26/6) Pukul 16.45 s.d 18.00 WIB.

Hadir dalam kegiatan tersebut Mayjen TNI Mochamad Effendi, SE.MM (Pangdam IV/Dip, Irjen Pol Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si ( Kapolda Jawa Tengah), H. Taj Yasin Maimoen (Wakil Gubernur Jawa Tengah), Brigjen Pol Ahmad Luthfi, SH.,SST., MK (Waka Polda Jawa Tengah), Kombes Pol Drs. Hariyanto, SH (Karo Ops Polda Jateng)

Selain itu hadir pula Kolonel Inf. Rafael Granada Bay (Danrem 074/Wrt), Kombes Pol. Ribut Hari Wibowo (Kapolresta Surakarta), Kapolres Jajaran Se Solo Raya, Dandim Jajaran Se Solo Raya.

Saat sambutan yang disampaikan Irjen Pol Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si Kapolda Jawa Tengah menyampaikan, Perbedaan tidak menjadi pecah belah tapi perbedaan dijadikan persatu bangsa.

” Maka saya ucapkam terima kasih kepada pemimpin, masyarakat Kota Surakarta dan Jateng yang telah hadir pada sore hari ini untuk bersama sama untuk negeri yang kita cintai negara Republik Indonesia Tanah Tumpah Darah ku tanah dimana kita akan menutup mata selama lamanya, tanah yang akan kita berikan kepada anak cucu kita. Sebuah jamrud di katulistiwa yang subur makmur dan baldatun toyyibatun wa rabbun ghafur, ” Urai Kapolda.

Kegiatan dilanjutkan Penyampaian Pesan dari Solo yang disampaikan oleh Irjen Pol Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si ( Kapolda Jawa Tengah) didampingi Mayjen TNI Mochamad Effendi, SE.MM (Pangdam IV/Dip) dan H. Taj Yasin Maimoen (Wakil Gubernur Jawa Tengah) yang diikuti oleh seluruh peserta.

Adapun isi pesannya, yakni tolak Kerusuhan, Jateng Damai, Indonesia Damai, Indonesia Tanpa Kekerasan

Sementara Inti Tausyiah yang disampaikan oleh KH. Ahmad Muwafiq / Gus Muwafiq ( Tokoh Ulama Nadhatul Ulama ) menyatakan, Kegiatan ini tidak lain untuk meneguhkan bangsa, dimana berbeda agama, suku dan ras namun tetap bersatu. Pada masa lalu sudah diajarkan untuk bersatu karena nenek moyang kita mengajarkan Bhineka Tunggal Ika. Sampai hari ini Persatuan tetap kita jaga.

“Ini adalah tantangan masyarakat baru, dimana sampah peradaban baru yaitu Hoax. Bangsa yang maju adalah bangsa yang mengerti perbedaan dengan harapan masyarakat menjadi maju supaya kita mengenal satu sama lain. Menjadi bangsa bukan pilihan kita, semua ketentuan dari Alloh SAW. Kita ditempatkan oleh Alloh yaitu negeri yang namanya Indonesia. Semoga kita bisa mewariskan kepada anak cucu kita, ” Jelasnya.

Pada Pukul 19.30 Wib Kegiatan dilanjutkan Pementasan Wayang Kulit dengan Dalang Ki Warseno Slank. (Fajar)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.