Membuka Tirai Kebenaran

DPN SAPU JAGAD Desak Pemerintah Pusat Lakukan Lockdown Nasional, Menuju Negara Berdikari

3 min read

OPINI – Dewan Pimpinan Nasional (DPN) SAPU JAGAD mendesak pemerintahan Joko Widodo segera melakukan lockdown Nasional total di seluruh Indonesia minimal 14 hari kedepan dengan tanggal waktu yang di tentukan sebagai upaya menghentikan dan memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19) yang sampai hari ini semakin bertambah penyebarannya.

Agus Yusuf, Ketua Umum DPN SAPU JAGAD dalam keterangan pers menjelaskan “Saat ini bukan kondisi normal, Lockdown Nasional adalah langkah yang harus segera di ambil, Pemerintah Pusat harus berani mengambil langkah kongkrit tegas, agar beriringan dan terukur secara Nasional dari pusat hingga provinsi, kabupaten/kota Se Indonesia” jelasnya. (Senin, 30/03/2020).

Yusuf menambahkan, beberapa langkah perintah sudah sangat tepat dilakukan termasuk penyemprotan disinfektan, setiap orang yang berstatus pasien positif langsung mendapat karantina, juga Stay at Home diberlakukan sembari lakukan Rapid Test Coronavirus, dll. Akan tetapi Lockdown Nasional dengan kepastian tanggal dan waktu sangat penting untuk kondisi saat ini.

“Lockdown Nasional serentak seluruh Indonesia di tentukan pemerintah dimulai 14 hari pertama, atau setidaknya satu bulan dan serentak, Kalau penanganan ini sudah selesai maka percayalah pergerakan ekonomi rakyat akan meningkat kembali dan bangsa kita akan benar-benar berdikari” Tegas Ketua Umum SAPU JAGAD, di Kantor Sekretariat DPN SAPU JAGAD Jl. Gunung Sahari III, Jakarta Pusat. (30/03/2020).

Ketum SAPU JAGAD juga memaparkan, Apabila setiap daerah seperti Ciamis, Tegal, Garut, Tasikmalaya dan lain-lain. Melakukan lockdown masing-masing maka carut marut negeri ini akibat corona akan semakin memakan waktu panjang tanpa kepastian, perlu langkah tepat pemerintah pusat untuk kebijakan lockdown nasional dengan kepastian waktu dan penanganan khusus.

“Bangsa Indonesia akan mampu bertahan dan mampu berdikari tanpa campur tangan pihak manapun, artinya Rakyat Indonesia sebenarnya siap mendukung langkah Pemerintah Jokowi untuk mewujudkan Bangsa Indonesia benar benar bebas corona, berdikari secara ekonomi dan merdeka sepenuhnya sekaligus lepas dari Neo Kolonialisme dan Neo Imperialisme” Jelas Yusuf yang juga aktif sebagai Direktur Media Group (AWPI) Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia.

Apabila pemerintah pusat tidak segera melakukan Lockdown serentak secara nasional maka situasi penanganan khusus dan sektor ekonomi akan berlarut-larut tak tentu batas dan arahnya, inilah pentingnya lockdown nasional.

“Bangsa ini akan lebih berwibawa jika menutup segala akses hubungan dengan dunia Internasional, pulangkan WNA (Warga Negara Asing) ke negaranya masing-masing, tutup segala akses bandara, pelabuhan dan segala aktivitas dengan negara luar, jadikan NKRI menjadi Negara tertutup dari Dunia Internasional demi penyelamatan rakyat. Jangan jadikan Covid 19 sebagai Teror, langkah Lockdown Nasional menjadi kepastian terhadap rakyat, menuju Kemandirian Ekonomi Bangsa, menuju Negara Berdikari” Papar Ketum SAPU JAGAD.

Setiap orang yang telah terkategori ODP (Orang Dalam Pantauan) dan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) tidak boleh bebas diluar, mereka harus segera di karantina oleh Pemerintah di setiap Provinsi masing-masing, fasilitas gunakan RSUD ataupun Gedung Pemerintah Provinsi, lakukan Lockdown Nasional miniml 14 hari dan juga karantina dengan waktu bersamaan serentak di seluruh Indonesia. Bila mereka punya tanggung jawab maka biaya hidup dijamin untuk keluarganya oleh negara, seseorang dalam karantina medapatkan jaminan, agar dana yang rencana dikucurkan oleh pemerintah pusat tepat sasaran.

Dana anggaran memang sangat dibutuhkan untuk lakukan program ini dan butuh keterlibatan semua elemen kelembagaan negara dan masyarakat. Karena anggaran Trilyunan harus nyata solusi untuk mengatasi wabah corona tepat sasaran. Juga kita awasi bersama Anggaran tersebut agar tidak ada penyimpangan, pungkasnya. (Red)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social