Membuka Tirai Kebenaran

DR Endar Susilo SH MH Menyayangkan Tindakan Kasat Reskrim Polres Sragen

2 min read
DR Endar Susilo SH MH Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Sragen

Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Sragen

LINTASINDONEWS.COM, SRAGEN – Ketua Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Sragen Heru Setyanto SH, MH, beserta dua anggotanya Edy dan Ngatmanto pada Selasa siang, 26 November 2019, mendatangi Polres Sragen untuk menemui tersangka FA yang masih berusia 16 tahun warga Dukuh Rejosari, Donoyudan Kalijambe Sragen yang saat ini di tahan di Polres Sragen Terkait Dugaan menghilangkan nyawa orang, saat Latihan silat PSHT, dengan Korban MA (13) Warga Desa Saren, Kalijambe , Sragen.

Namun sayang kehadiran Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Sragen untuk menemui FA tersebut, di halangi oleh AKP Supardi yang baru saja menjabat menjadi Kasat Reskrim Polres Sragen.

Seperti diberitakan sebelumnya dibeberapa media, kronologis kejadian bermula saat latihan silat PSHT yang diadakan secara rutin di dukuh Ngrendeng RT 22 Desa Kaloran, Kecamatan Gemolong Sragen yang diikuti oleh sekitar 20 Orang. Dalam latihan yang diadakan Hari Minggu malam tanggal 24 Noveber 2019 tersebut, akibat tendangan sekali yang di lakukan oleh terduga FA, akhirnya MA mengalami kejang-kejang dan meninggal dunia meskipun sempat di lakukan pertolongan pertama di bidan terdekat.

Heru mengatakan, maksud kedatangannya, Komnas Perlindungan Anak Kabupaten Sragen ke Polres Sragen adalah untuk menemui FA, dalam rangka mengetahui kondisi FA setelah di tahan, serta untuk memperjuangkan agar FA tetap bisa sekolah, juga secara umum memperjuangkan hak-hak yang harus didapatkan oleh FA, meskipun FA diduga sebgai pelaku.

“Mestinya kita ingat bahwa FA masih di bawah umur, namun kami di tolak untuk bertemu dengan FA oleh Kasat Reskrim karena tidak membawa surat kuasa. Karena tidak boleh bertemu dengan FA akhirnya kami pulang, ” Jelas Heru.

DR H Endar Susilo SH MH, Ketua Komnas Perlindungan Anak Provinsi JawaTengah, ketika mendapatkan laporan dari Heru, Sempat bingung dengan apa yang di lakukan AKP Supardi, Kasat Reskim Polres Sragen, pasalnya pada tanggal 23 Oktober 2019.

Pihaknya telah mengirim surat permohonan ke Kejaksaan Negeri, Pengadilan Negeri dan Polres di 35 Kabupaten / Kota Se Jawa tengah yang berisi permohonan melibatkan Komnas Anak dalam memberi masukan dan pendapat serta bantuan hukum dari semua instansi tersebut menyampaikan balasan yang intinya siap menggandeng Komnas Perlindungan Anak apabila ada perkara pidana anak, termasuk Polres Sragen yang sudah memberi jawaban kepada Komnas PA.

Endar menyampaikan, dari surat yang sudah dia kirim ke Polres Sragen, Kemudian Kapolres menanggapi dengan baik.

“Kanit PPA Sragen menelpon saya atas perintah Kapolres untuk siap menggandeng Komnas Anak, Jadi saya heran kalau kemudian Kasat Reskim melarang Komas Prlindungan Anak Sragen menemui FA untuk berkomunikasi dengannya, “ tandas Endar.

Selain itu Endar menilai Kehadiran Komnas Anak karena menjalankan dan memperhatikan Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 yang Sudah di Perbarui dengan UU no 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak terutama Pasal 16 Ayat (1), (2), (3), Pasal 18, Pasal 25 dan Pasal 27 Ayat (1), (2), (3), (4), (5) dan Juga Undang-Undang No 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA)

Dalam waktu dekat Komnas Perlindungan Anak Jateng akan Melaporkan Kasat Reskim Polres Sragen Ke Divisi Propam Polda Jateng, Komnas Anak juga menghawatirkan Kasus yang di tangani Polres Sragen tidak mengikuti SPPA yang berlaku bagi anak-anak yang terjerat masalah hukum. dan Komnas Perlindungan Anak akan berusaha mengawal kasus di Kabupaten Sragen tersebut hingga FA benar-benar mendapatkan keadilan dalam proses hukumnya. (ED/team)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social