Membuka Tirai Kebenaran

Dugaan Pungli SMKN 1 Miri Sragen Di Laporkan Ke Polda Jateng Tidak Ada Kepastian, Diduga Ada Konspirasi

2 min read

 

LINTAS JATENG, Setelah diadakan rapat sosialisasi informasi sekolah di gedung IPHI Miri, SMKN 1 Miri Kabupaten Sragen, dengan Wali murid kelas 10, selasa (25/2/2020) disebutkan sumbangan sukarela di sertai pernyataan adalah hal yang keliru, apalagi di sebutkan pemilihan nominal angka secara tertulis pula.

Warsito salah satu wali murid SMKN 1 Miri Sragen resmi melaporkan dugaan pungli yang di lakukan oknum Komite dan pihak SMKN 1 Miri, sejak tahun 2019 yang lalu. Namun kini menjadi pertanyaan besar, diduga di peti es kan dan tak jelas arahnya.

Laporan waktu itu tertuju kepada Kapolda Jateng Irjen Pol Dr. H. Rycko Amelza Daniel, M. Si di jalan Pahlawan Nomer 1 Kota Semarang, isi laporan tersebut perihal dugaan pungli uang gedung dan seragam SMKN 1 Miri sejak 2018/2019, yang di sinyalir merugikan masyarakat 2,4 milyar.

Dalam melaporkan ini, Warsito di dampingi Sugiyanto dari LSM Lidikkrimsus RI dan LPKSM Putro Lawu Rois Hidayat dan beberapa awak media, surat tersebut di Terima di ruang Setum Polda Jateng, Kamis (5/3/2020).

Selain itu isi surat juga di sebutkan biaya yang di tentukan sekolah di papan nama proyektor, dengan berbagai pilihan bagi siswa yang mampu yakni Rp. 3,5 juta, 3 juta dan 2,5 juta.

Sedangkan bagi siswa yang tidak mampu Rp 2 juta, 1,5 juta dan 1 juta. Sarno selaku Kasek juga memberi arahan agar membayar di tengah-tengah yakni Rp 1,5 juta.

Uang dari wali murid pembayaran melalui Agustina. Sementara untuk jumlah siswa keseluruhan laki-laki ada 916 anak dan perempuan 425 anak, hingga total keseluruhan 1441 siswa.

Jika di kalkulasi praktik dugaan pungli ini, menurut Warsito sejak tahun 2017 hingga 2019 sekitar Rp 2.161.500.000,-.

Untuk itu Warsito dan rekan-rekan yang telah melaporkan kasus tersebut, berharap segera di tindak lanjuti oleh Kapolda pengganti selanjutnya. Minggu (01/11/2020).

Dimana jika tidak Ada kejelasan hukum yang terjadi, patut di duga ada konspirasi antara terlapor dengan oknum-oknum penegak umum tertentu.

(Tim PPWI)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.