Membuka Tirai Kebenaran

Dugaan Sertifikat Ganda di Desa Mojorejo, LAPAAN RI Lapor ke Kejaksaan

1 min read

BRMH Kusuma Putra, SH,MH, Ketua LAPAAN RI Surakarta, Rabu (29/1) 

LINTASINDONEWS.com, SUKOHARJO – LAPAAN RI laporkan dugaan sertifikat ganda pada programPSTL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) tahun 2019 di Desa Mojorejo, Kecamatab Bendosari, Kabupaten Sukoharjo yang dibiayai APBN Negara sebesar Rp 240/bidang atau persertifikat yang diambil dari anggaran APBN yang masuk ke DIPA kementrian Agraria.

“Terkait hal tersebut saya telah menemukan 21 sertifikat ganda, kami melakukan pelaporan ke Kejaksaan yang diterima oleh Kasi Intel Kejaksaan. Yoanes Kardinto. SH, “jelas BRMH Kusuma Putra, SH,MH, Ketua LAPAAN RI Surakarta Di Kejaksaan Negeri Sukoharjo Rabu (29/120120)

Dikatakan Kusumo, dugaan sertifikat ganda tersebut pada program PTSL tahun 2019 di Desa Mojorejo, kec. Bendosari, Kab Sukoharjo telah terjadi tindak pidana koropsi, penyalahgunaan wewenangdan pemalsuan dokumen/manipulasi data, dengan dasar itulah LAPAAN RI mendesak pihak kejaksaan untuk menindaklanjuti kasus temuan dugaan tidak pidana koropsi, dugaan manipulasi data agar diproses secara hukum seluruh oknum pejabat dan orang lain yang terlibat.

“Sanksi hukum No 31 tahun 1999tentang pemberantasan tindak pidana koropsi sebagaimana telah di ubah dengan UUNo 20 tahun 2001, pada pasal 12 huruf e, “jelasnya.

Kusumo Berharap minimal program ini program presiden yg masuk melaui DIPA, siapa yang masuk dalam perkara ini sebagai pembelajaran.

“Harapan saya segera ditindak lanjuti agar kedepannya tidak dilakukan lagi oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” jelanya. (uci)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social