Membuka Tirai Kebenaran

Dunia Pariwisata di Era New Normal, Harus Lebih Efektif dan Tetap Relevan

2 min read

 

Oleh: Adjie Mursita

(Pengamat Pariwisata)

OPINI, Pandemi virus corona (Covid-19) meluluh lantakkan dan menghentikan hampir seluruh kegiatan pariwisata di negara kita, bahkan keseluruh dunia. Namun pandemi membawa peluang untuk merubah industri pariwisata menjadi lebih baik lagi.

Mengingat pandemi cobid 19 yang sangat di takuti ini, justru mengajarkan kita semua tentang bagaimana cara beradaptasi. Covid-19 mempercepat evolusi industri dan digitalisasi seluruh layanan, sehingga memacu semua kalangan untuk bisa memanfaatkan pilihan aplikasi yang kita inginkan.

Seperti dunia pendidikan, yang kini memilih untuk kegiatan belajar mengajar jarak jauh. Dan untuk kalangan masyarakat digital tentu menggunakan media sosial untuk membaca berita seputar wabah, mengobrol dengan kerabat, dan produktif dalam pekerjaan, hingga jual belipun cukup melalui aplikasi dan layanan kirim barang via paket.

Hal tersebut membuat teknologi digital bisa dimanfaatkan secara masif, oleh pelaku industri pariwisata selama pandemi berlangsung.

Pemerintah kini sudah menerapkan new normal, meskipun belum normal sesungguhnya, namun pemasaran digital sudah menjadi hal paling strategis untuk menuju new normal. Terlebih dalam pemasaran produk dan layanan pariwisata.

Inilah yang sangat di nanti, bisa saja menjadi jalan alternatif para pelaku di industri pariwisata untuk memanfaatkan teknologi digital semaksimal mungkin. Misalnya seperti menggunakan media sosial. Terutama memperkenalkan paket atau layanan baru kepada pasar yang lebih luas. Inilah angin segar untuk industri pariwisata agar tetap menjadi komoditas yang menjanjikan.

Sesuatu yang baru untuk pariwisata yakni berlangsungnya webinar, aplikasi e-commerce, serta para operator pariwisata yang menawarkan produk dan layanan mereka yang bisa dipesan secara daring. Pemasaran produk pariwisata secara digital, akan lebih efektif dalam memberikan rasa percaya diri kepada pelanggan.

Bisa saja ini akan lebih hemat biaya untuk jangka panjang. Dan tak terasa hal ini akan menjadi tren yang baru, ini yang di maksud new normal untuk dunia wisata.

Kini bila kita perhatikan, perkembangan jaman digital ini berdampak sangat signifikan, terutama bisnis pariwisata yang telah meningkatkan kehadirannya di dunia maya di tengah pandemi virus corona. Melalui berbagai macam penawaran yang disampaikan secara daring, akan tetap relevan di mata masyarakat.

Seperti pernyataan Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), baru-baru ini, saat pandemi covid 19 membuat standar kebersihan dan kesehatan. Untuk itu pemasaran produk pariwisata secara digital lebih efektif dalam memberikan rasa percaya diri kepada pelanggan. (•••)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.