Membuka Tirai Kebenaran

Eksekusi Pancingan Syakila 77 Janti Klaten Diwarnai Adu Mulut, Sungkono: Ini Pendholiman

1 min read

KLATEN – Eksekusi RM Pancingan Janti 77 Klaten di warnai adu mulut antara polisi dan kuasa hukum, dilansir dari KIR jumat (18/12/20) puluhan anggota polisi tampak berjaga jaga di pemancingan janti Sakila 77 disanalah akan ada eksekusi, tanah dengan 5 SHM milik Moh Sholeh, salah satu anggota ormas.

5 Sertifikat Hak Milik Soleh ini akan di eksekusi karena telah di lelang oleh pihak BPR Insan Madani pada tanggal 27 Agustus 2019 yang lalu dengan harga 3,2 Milyard . Pemenang lelang adalah Hj. Srihastuti alamat Jl Cokro kembang, ndaleman, tulung, Klaten,

“Kami dari pihak Moh Sholeh merasa terdzolimi,” ujar Sungkono ( kuasa hukum) di dampingi Haris Nugroho Ketua LPKN Sapu Jagad kepada wartawan di Pancingan 77 Jumat, (18/12/20).

Sebelumnya perwakilan owner dari sapu jagad dan perwakilan pengadilan mengadakan pertemuan di kalurahan, pertemuan berjalan alot karena dari pihak owner menolak untuk di eksekusi karena nilai aset 5 SHM tersebut senilai 10 Milyard karena pemilik syakilla merasa terdzolimi dengan penjualan secara sepihak oleh BPR maka pemilik mempertahankan agar tidak di eksekusi, jelasnya.

Harapan kami kata haris, di dampingi Sungkono, menunda dan membatalkan
terjadinya eksekusi.

Pertimbangannya karena sampai saat ini Moh Sholeh dengan Hj Sri Hastuti kedua belah pihak belum pernah bertemu, pertemuan dengan kedua belah pihak bisa di saksikan oleh Pengadilan Agama dan aparat setempat. Setelah di cek dengan team pihak pengadilan Agama masih tutup sampai 5 Januari karena Covid 19. (janter/suharti)

Editor: Seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.