Membuka Tirai Kebenaran

Ekspedisi Gunung Lawu Brawijaya Dan BPCB Observasi

2 min read

LINTASINDONEWS.com, KARANGANYAR –  bersama tim BPCB (Balai pelestarian Cagar Budaya) Jateng yg akan melakukan Kajian, Pemeriksaan, ,

Investigasi dan Inventarisasi Situs2 Cagar Budaya yg ada di Gunung lawu, BRM.Kusumo Putro SH.MH — Ketua Umum DPPSBI Jawa Tengah dan Yayasan FORUM BUDAYA MATARAM Indonesia melakukan langsung observasi di gunung lawu selama 3 jam tim naik gunung, suasana terjal, curam, kabut , medan yang licin menyelimuti tim berada di ketinggian 2194 MDPL sampai Kusumo putro panggilan akrabnya terpeleset hingga 5 kali.”Ternyata gak gampang jadi pemerhati cagar budaya harus bener bener ikhlas dan fight,” jelasnya kepada wartawan di Gunung lawu Kamis (6/2/2020).
Karya bangsa dan peduli gunung lawu Exspedisi ke Puncak Lawu akan saya beri nama ” Exspedisi BRAWIJAYA ini akan berlanjut sampai kapanpun, “”Saya rela berkorban demi waktu dan harta benda untuk lawu,”” tegasnya
Dikatakan Kusumo, bahkan di gunung lawu d sebelah barat dan selatan ada ratusan situs dan ad 16 tiitik yakni
1. Pawos sewu, 2Jambangan..
3. Bumi arum..
4. Kaputren..
5. Kasatriyan..
6. Kapanditan..
7. Kepatihan tengen..
8. Kepatihan kiwo..
9. Khayangan..
10.Dworowati..
11. Pasar Dieng..
12. Selo pundutan..
13. Hargo puruso..
14. Hargo Dumilah..
15. Cokro kembang..
16. Sabdo palon..
17. Cokro suryo..
18. Hargo dumilah..
Di Gunung lawu obyek di duga cagar budaya di sisi.utara sudah ada puluhan situs dan tim BPCB melakukan observasi.
Sementara tim BPCB antara lain Harun Al Rasyid (tim BPCB) M. Jumawa (Ketua Kapokja Perlindungan BPCB dan Eri Budianto SS ( Ketua kelompok kerja Pemugarn BPCB) Jateng mengatakan situs yang berusia 50 tahun tersebut merupakan nilai yang penting serta berkepribadian sesuai UU Cagar budaya No 11 pasal 5 tahun 2010. Sehingga bisa jadi dugaan kawasan situs cagar budaya. “” Obyek dugaan cagar budaya ada di gunung lawu”” jelas Eri. (Suci)

 

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (alenia pertama pembukaan UUD 1945)”

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.