Membuka Tirai Kebenaran

Ekspor Kayu Sengon Jadi Komoditas Utama, Terkait Lonjakan Permintaan

2 min read
Foto refrensi pihak ketiga

Lintasindonews.com. Pemerintah akan terus berupaya tingkatkan produksi kayu ringan, berjenis sengon untuk memenuhi kebutuhan pasar baik dalam maupun luar negeri. Ini dilakukan mengingat kayu sengon dianggap memiliki banyak peminat dan berpotensi mendongkrak ekspor dalam negeri.

“Kebutuhan pasar dunia terhadap kayu ringan, khususnya sengon ini cukup besar. Dari catatan kami sedikitnya ada sekitar 50 juta kubik per tahun, sementara saat ini kita baru dapat memproduksi 3-4 juta kubik per tahun,” kata Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda kepada wartawan, Jumat (19/10).

Melihat tingginya potensi pasar dan permintaan itu, pihaknya mengaku telah mewacanakan untuk menggenjot produksi kayu sengon dalam negeri. Salah satu program yang akan dilakukan adalah dengan penanaman satu miliar pohon sengon dalam satu tahun.

“Apalagi jenis kayu sengon ini sangat mudah ditanam di Indonesia. Sehingga siapapun sebenarnya bisa melakukan penanaman,” jelasnya.

Selain itu, potensi ekonomi yang didapat dalam mengembangkan produksi kayu sengon ini juga cukup besar. Bahkan Indonesia dianggap satu-satunya negara yang bisa menghasilkan kualitas kayu sengon terbaik.

Untuk itu, guna menunjang potensi bisnis kayu ringan dalam negeri, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan Swiss Import Promotion Desk (SIPPO) dan Import Promotion Desk (IPD) Germany. Dimana dengan menjajaki kerjasama dengan Eropa, ada pengetahuan dan pendidikan yang bisa dipelajari.

“Kerjasama ini kita lakukan karena Eropa mempunyai sistem dan persyaratan yang banyak dalam perdagangan. Harapannya dengan kerjasama ini bisa mempertemukan antara pengusaha dan kebutuhan para buyer,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia Lightwood Association (ILWA) Sumardji Sarsono mengaku selama ini kayu sengon yang ada di Indonesia sering diekspor dalam bentuk setengah jadi. Padahal jika hal itu bisa diperbaiki dengan melakukan ekspor barang yang sudah jadi dapat memiliki nilai tambah.

Sumber : timlo.net

Editor    : Rian Hepi

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social