Membuka Tirai Kebenaran

Endi Herujanto, SPd Ketua MKKS  SMP Kabupaten Sragen, Tetap Berjuang Meski Pandemi Covid 19

2 min read

Endi Herujanto, SPd Ketua MKKS  SMP Kabupaten Sragen

SRAGEN, Sebagai Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Tingkat SMP di kabupaten Sragen, Endi Herujanto, SPd tetap komitmen di tengah hempasan penyebaran virus corona yang di takuti seluruh dunia ini.

Dalam komitmen yang di sampaikan Kepala Sekolah SMPN 2 Mondokan ini, kepada media Lintasindonews.com menyatakan, pihaknya bersama para pendidik lainnya tetap intensif di pembelajaran dalam Jaringan (daring).

Sistem pembelajaran daring adalah sistem pembelajaran tanpa tatap muka secara langsung, antara guru dan siswa tetapi dilakukan melalui online yang menggunakan jaringan internet.

Semua sektor merasakan dampak corona. Dunia pendidikan salah satunya. Dilihat dari kejadian yang sedang terjadi, baik siswa maupun orangtua siswa yang tidak memiliki handphone untuk mendukung kegiatan pembelajaran, sehingga pihak sekolah ikut mencari solusi untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Untuk itu kami selalu MKKS selalu berpikir bagaimana mendapat pembelajaran daring yang efektif, murah dan terjangkau, mencari aplikasi yang sesuai kebutuhan anak didik, ” terangnya.

Endi pun juga terinspirasi dengan negara di Jepang seperti di Hirosima Nagasaki, saat ini yang di pertanyakan ada berapa guru yang masih hidup (selamat) dalam bencana ini.

Endi juga menyampaikan, beberapa waktu laku MKKS juga mendapat kunjungan dari Kakanwil V, yang memberi konsep seputar pendidikan daring. Yakni tentang konsep cara memantau siswa dari jarak jauh.

“Ya kami mendapat kunjungan dari Bapak Narto, yang memberi pengetahuan tentang cara memantau pembelajaran daring, semua bisa di ketahui, ada berapa guru yang mengajar, berapa siswa yang mengerjakan tugas dan berapa siswa yang sudah membaca buku modul, “terangnya.

Kemudian Endi juga berharap  kepada semua pihak, untuk para pendidik agar selalu tetap komitmen dalam pembelajaran daring, guru juga harus rajin datang kesekolah dan selalu online dalam belajar.

“Meskipun siswa berada di rumah. Solusinya, guru dituntut dapat mendesain media pembelajaran sebagai inovasi dengan memanfaatkan media daring (online), ” Jelasnya.

Masih apa kata Endi, Kejadian ini memberikan kesadaran kepada orangtua bahwa mendidik anak itu ternyata tidak mudah, diperlukan ilmu dan kesabaran yang sangat besar. Sehingga kejadian ini orangtua harus menyadari dan melihat bagaimana cara membimbing anak-anak mereka dalam belajar.

“Setelah mendapat pengalaman ini diharapkan para orangtua mau belajar bagaimana cara mendidik anak-anak mereka di rumah, ” Katanya. (Red)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.