Membuka Tirai Kebenaran

Gawat! Diduga Ada Salah Satu Nama Kades Klaten Dicatut Untuk Pemerasan.

2 min read

LINTASINDONEWS.com, KLATEN – Nama Kepala Desa (Kades) Daleman, Kecamatan Tulung, Mursito dicatut untuk menipu warga. Dengan memasang foto Mursito, pelaku sempat mengirim pesan WhatsApp ke sejumlah warga dengan modus meminta transferan pulsa.

Kades Daleman, Mursito saat dikonfirmasi membenarkan perihal pencatutan namanya. Ia mengetahui hal itu dari sejumlah warga pada, Kamis (23/01) malam. Mendapati hal itu, dirinya langsung melakukan klarifikasi dengan cara menyebarkannya ke beberapa grup WhatsApp.

“Saya tahunya tadi malem kalau nama saya dicatut. Setelah itu saya langsung klarifikasi, saya sebarkan ke grup- grup agar semua hati- hati. Karena jelas itu bukan saya,” ujarnya, Jumat (28/01/2020).

Namun nahas, pada Jumat pagi tadi dirinya mendapat informasi bahwa ada salah satu warga yang telah menjadi korban. Pelaku yang mencatut nama Mursito itu mengirim pesan via WhatsApp ke salah satu warga untuk meminta transferan pulsa senilai Rp 200 ribu.

“Tapi tadi pagi ada yang melapor kalau ada yang menjadi korban. Warga saya di WA agar bisa ngirim pulsa ke pelaku Rp 200 ribu, tapi sama warga saya dikirim Rp 100 ribu,” imbuhnya.

Meski warga yang menjadi korban belum banyak, namun Mursito mengaku merasa sangat dirugikan dengan aksi penipuan ini. Bahkan informasi yang ia terima, beberapa kades lain juga mengalami nasib serupa. Dicatut namanya untuk memeras sejumlah warga.

“Tadi saya dapat info kalau Kades Sorogaten dan Drono juga dicatut namanya. Bahkan nomor telephone yang digunakan juga sama. Hanya diganti foto dan namanya saja,” urai dia.

Saat ini Mursito sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian. Apabila nanti pelaku masih nekat melakukan aksi penipuan mengatasnamakan dirinya, Mursito akan langsung melapor ke Polres Klaten. Sebab aksi ini sangat merugikan masyarakat dan pihak lain.(Taal)

 

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (alenia pertama pembukaan UUD 1945)”

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social