Membuka Tirai Kebenaran

Gegara Tak Pakai Masker, Oknum Polwan Amuk Wartawan Hingga Jam Tangan Rusak

4 min read

Dua Polwan Sumut menganiaya Wartawan, menunjukan sikap tak baik di Masyarakat umum

Minggu, 29 Maret 2020 | Penulis : Bonardon

MEDAN, Sikap tak terpuji dua orang Polisi jajaran Polda Sumatera Utara, kembali lagi mencoreng citra kepolisian di Medan.

Kali ini sikap arogansi personil kepolisian tesebut, memakan seorang korban wartawan yang sedang berada di lokasi di sebuah berastagi supermarket di Jalan Gatot Subroto Medan. Sabtu, (28/3/2020) Siang.

Tak ada asap tak ada api, dua orang perempuan yang mengaku sebagai anggota Polri tiba-tiba mengeluarkan arogansinya, dan mengamuk ditengah masyarakat kota medan yang sedang berbelanja di berastagi supermarket .

Leo Depari salah seorang wartawan yang menjadi korban arogansi serta korban penganiayaan oknum Polwan tersebut, Leo mengatakan saat itu sedang berbelanja kebutuhan hidup di swalayan berastagi di jalan Gatot Subroto Medan bersama adiknya.

“Setelah selesai kami pun menuju ke kasir untuk melakukan pembayaran terhadap barang barang yang sudah kami masukan ke troli, “urai Leo.

Masih Kata Leo, pada saat sedang mengantri di salah satu kasir , tiba tiba datang seorang wanita yang belakangan mengaku sebagai anggota Polri menanyakan masker dan mengurusi belanjaan Leo.

Ini percakapanya:

Wanita   :  Mana maskermu

Leo          :  Saya tidak ada masker buk.

Wanita  :  Bapak beli jangan banyak alasan, kain banyak di luar ya, tolong ya

 Leo        :  Uang nya dari mana buk

Wanita  :  kamu kok bisa belanja , sekarang kamu saya tanya kamu kok bisa belanja ?

Lebih lanjut, Leo sudah tidak menghiraukan lagi ucapan mereka karena Leo sedang berada di kasir. Dan tiba-tiba suasana menjadi panas karena dua orang oknum tesebut mengaku ingin menangkap dirinya yang sedang berbelanja.

“Saat itu saya merasa jiwa saya terancam dan saya langsung berteriak memanggil sercurity untuk mengamankan arogansi wanita tersebut, mana security gedung, saya kesitu belanja bukan untuk mencari keributan, ” Ucap Leo.

Kemudian di ketahui, seorang wanita yang belakangan bertugas di Polsek Percut langsung menarik dan menumbuk kepala Leo.

“Saat saya itu tanpa saya sadar saya ditumbuk satu kali di kening saya , dia juga merusak jam tangan saya, “ungkap Leo.

Leo merasa ada apa polisi urusi belanjaanya, hal ini membuat dirinya merasa bukan orang jahat, dan tidak ada melakukan hal yang melanggar hukum di tempat perbelanjaan tersebut.

“Saya rasa ucapan wanita tersebut mengurusi saya kok bisa belanja sangat lah harus di koreksi ulang, kenapa dia mengucapkan kata kata seperti itu, ” Ketusnya.

Soal masker, Leo mengatakan, tidak mendapatkan masker sudah berusaha mencari namun tidak ada dan kosong,.

“Lagian saya bukan orang yang sakit, kenapa saya harus saya pakai masker, apa orang yang tidak pakai masker ditangkap dianaiaya dan dirusak barang nya oleh Polisi, “ujar Leo kepada awak media.

Untuk itu Leo berpendapat, kecuali jika tadi oknum Polwan memberinya masker, namun tidak dia pakai mungkin ada, kewajaran jika di tegur, dan itu pun bukan arogansi seperti itu ditengah umum dengan teriakan.

“Saat itu suasana semakin tak terkendali karena di depan umum, dia mengatakan ingin menangkap saya, saat itu saya menanyakan mana surat penangkapan nya dan ibu dari mana, namun dia tidak mau menjaskan siapa dia dan bertugas dimana, “Keluh Leo.

Masih Leo menilai, sebagai anggota polisi, namun tidak menunjukan idenditasnya, membuat dirinya tidak tahu jika wanita itu Polisi.

“Manalah kami tau orang itu polisi atau bukan, lagian kami ke situ belanja bukan untuk mengurusi apa pekerjaan orang lain, kami datang ke situ untuk berbelanja, hak kami dong mau beli apa dan belanja apa dan tidak ada hak dia mengurusi kami mau beli apa dan belanja apa, “Tegas Leo.

Menurut Leo, seorang Polisi tidaklah seperti itu, seharusnya melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat.

“Saya ini wartawan kan masyarakat juga, saya warga Negara Indonesia, saya berhak belanja dimana, untuk kebutuhan hidup saya dan tidak menjadi urusan dia saya belanja di Berastagi supermarket itu, “tukas Leo.

Lebih jauh, Leo memaparkan karena situasi pada saat itu sudah menjadi kacau, saat itu juga dia menghubungi Polsek Medan Baru dan personil langsung datang ke lokasi.

Selanjutnya, Leo menuju ke Polsek Medan baru, sebelum ke polsek dua wanita itu berteriak-teriak di depan umum dan mengatakan, untuk tidak kabur meninggalkan lokasi.

“Jangan kau lari, jangan kau Lari, hal tersebut sangat lah membuat saya malu, seolah olah saya melakukan perbuatan yang tidak baik di lokasi tersebut, sehingga mengundang perhatian orang banyak, “kata Leo.

Setibanya Leo di polsek medan baru, seorang wanita yang belakangan mengaku bertugas di Dit Krimsus Polda Sumut memberi ancaman kepada Leo.

“Awas kau kalau kau ke Polda, mati Kau. di Polda, “ungkap oknum Polwan tersebut di halaman Mapolsek Medan baru di saksikan para wartawan yang berada di lokasi.

Hal tersebut langsung di lerai Wakapolsek Medan Baru yang saat itu berada di lokasi dan suasana pun reda.

Saat di konfirmasi via handphone mengenai kerusakan jam tangan milik wartawan, kepada seorang wanita yang mengaku sebagai Polwan yang bertugas di Polsek Percut Sei Tuan, Oknum Polwan tersebut berjanji ingin antarkan jam itu ke Polsek Percut.

“Nanti saya perbaiki disana, “janjinya.

Kanit Reskrim Polsek Medan baru saat di konfirmasi mengatakan, kedua belah pihak telah di amankan ke Polsek Medan baru, namun hingga berita ini di unggah belum ada yang membuat laporan . (Tim)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.