Membuka Tirai Kebenaran

Geger Soal Natuna, Ini Kata Mahfud MD

2 min read

Pergerakan Kapal Perang Republik (KRI) dengan kapal Coast Guard Cina di Laut Natuna, Sabtu, 4 Januari 2020. Aksi KRI menghadang kapal Cina terlihat melalui layar yang tersambung kamera intai dari Pesawat Boeing 737 Intai Strategis AI-7301 Skadron Udara 5 Wing 5 TNI AU Lanud Sultan Hasanudin Makassar. ANTARA/M Risyal Hidayat

LINTASINDONEWS.com, JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menegaskan Indonesia tak sedang berkonflik dengan Cina, terlepas dari situasi di perairan Natuna Utara yang sedang memanas. Karena itu, ia menyebut Indonesia tak sedang membangun suasana berperang dengan Cina.

“Tidak berperang, kita mempertahankan kedaulatan,” kata Mahfud saat ditemui di Kantornya, di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin, 6 Januari 2020.

Mahfud menegaskan berbagai aktivitas lain di luar Natuna antara pemerintah Indonesia dengan Cina, tetap berlangsung normal.

“Urusan hubungan dagang, perekonomian, hubungan kebudayaan, hubungan apa pun dilanjutkan seperti biasa.”

Saat ini, pemerintah Indonesia tengah mengirim tambahan pasukan keamanan di perairan Cina. Hal ini terjadi setelah sejumlah kapal penjaga pantai (coast guard) dan kapal ikan Cina masuk perairan Natuna, dan mengklaim wilayah tersebut.

Sejak awal pemerintahan, kata Mahfud, Jokowi telah menegaskan pentingnya menjaga kedauluatan Indonesia di perarian yang kayak hasil laut itu. Selain penguatan pertahanan di sana, Jokowi juga mengatakan aktivitas nelayan pun perlu ditingkatkan.

Hari ini, Mahfud mengumumkan pemerintah berencana mengirimkan nelayan asal Pantai Utara Jawa (Pantura), untuk beraktivitas di Natuna. Sebanyak 120 nelayan datang ke kantor Mahfud hari ini, untuk mendapat pengarahan. Ia menjamin keamanan para nelayan itu di Natuna.

 

TEMPO.CO

Editor: Rian

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (alenia pertama pembukaan UUD 1945)”

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.