Membuka Tirai Kebenaran

Gelombang PHK dan dirumahkan di tengah pandemi Covid-19 mencapai ratusan orang

2 min read

LINTASINDONEWS. com,  REMBANG – Jumlah karyawan yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan sejauh ini mencapai ratusan orang lebih akibat pandemi virus corona, Angka itu diperkirakan akan bertambah apabila pandemi Corona tidak segera usai.

Atas kondisi tersebut, Bupati Rembang, Abdul Hafidz, Minggu pagi (03 Mei 2020) menyerahkan bantuan paket Sembako kepada korban PHK dan pekerja yang dirumahkan sebanyak 297 orang. Penyerahan secara simbolis berlangsung di halaman kantor Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu Dan Tenaga Kerja Kabupaten Rembang.

Dalam kesempatan itu, Bupati Rembang meminta para pekerja untuk bersabar menghadapi situasi sulit seperti sekarang dan tetap mematuhi arahan pemerintah, terkait pencegahan Covid-19.
“Mari sama-sama tetap disiplin memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun. Jika kita semua disiplin melakukan antisipasi, semoga Covid-19 akan lekas selesai.

Di Kabupaten Rembang sendiri sudah tidak ada warga yang positif Covid-19. 3 orang semua sudah sembuh, “ kata Bupati.

Abdul Hafidz menyarankan kepada pekerja yang dirumahkan maupun korban PHK untuk melapor kepada dinas terkait, supaya datanya dapat dikirim ke desa masing-masing. Tujuannya, mereka yang terdampak langsung akibat Covid-19 ini dapat memperoleh bantuan langsung tunai @ Rp 600 ribu selama 3 bulan kedepan.
“Jangan putus asa, panjenengan ini bisa daftar ke dinas. Biar nanti datanya ditransfer ke desa-desa untuk didata sebagai masyarakat yang terdampak. Soalnya ini ada kebijakan pemerintah yaitu memberikan bantuan langsung tunai. Jangan sampai jenengan keliwatan, “ tandasnya.

Sementara itu, pemerintah akan memprioritaskan mereka yang di-PHK bersama dengan pekerja informal dan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak Covid-19, sebagai penerima program Kartu Prakerja, yang akan diluncurkan .

Sementara itu, salah satu penerima paket Sembako, Ana Zulfah, warga Desa Kepohagung Kecamatan Pamotan mengaku bekerja di pabrik sepatu, timur Embung Rowosetro. Namun sudah dirumahkan selama 1 bulan ini. Ana sempat mendaftar kartu pra kerja, agar memperoleh insentif dari pemerintah. Hanya saja belum ada kepastian lolos atau tidak, karena masih harus menunggu seleksi gelombang ke III.“Semula kerja, sekarang jadi pengangguran. Saya sempat daftar kartu pra kerja, cuma masuk gelombang III. Semoga saja nanti berhasil, “ ungkap Ana.( Insan )

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.