Sel. Des 10th, 2019

Membuka Tirai Kebenaran

Gerakan Literasi Sekolah

3 min read

OPINI, Apakah Literasi itu? Perlukah siswa mengenal Literasi ? Menurut Penjabarannya Literasi adalah istilah umum yang merujuk kepada seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa.

Dalam bahasa Latin, istilah literasi disebut sebagai literatus, artinya adalah orang yang belajar. Selanjutnya, National Institut for Literacy menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan literasi adalah kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, berbicara, menghitung dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian yang diperlukan dalam pekerjaan, keluarga dan masyarakat.

Education Development Center (EDC) juga turut menjabarkan pengertian dari literasi, yakni kemampuan individu menggunakan potensi yang dimilikinya, dan tidak sebatas kemampuan baca tulis saja. UNESCO juga menjelaskan bahwa literasi adalah seperangkat keterampilan yang nyata, khususnya keterampilan kognitif dalam membaca dan menulis yang terlepas dari konteks di mana keterampilan yang dimaksud diperoleh, dari siapa keterampilan tersebut diperoleh dan bagaimana cara memperolehnya. Menurut UNESCO, pemahaman seseorang mengenai literasi ini akan dipengaruhi oleh kompetensi bidang akademik, konteks nasional, institusi, nila-nilai budaya serta pengalaman. Kemudian, di dalam kamus online Merriam – Webster, dijelaskan bahwa literasi adalah kemampuan atau kualitas melek aksara dimana di dalamnya terdapat kemampuan membaca, menulis dan mengenali serta memahami ide-ide secara visual.

Dengan demikian Literasi sangatlah diperlukan dalam dunia pendidikan.

Memimpikan generasi masa depan yang handal, unggul, berbudi pekerti luhur merupakan salah satu mimpi yang harus muncul dibenak para pendidik. Insan emas generasi bangsa ke depan tentu harus lebih baik daripada para pendidiknya, Keberhasilan mereka, kehebatan mereka, dan keunggulan mereka harus lebih baik dari apa yang telah Guru capainya, sebab itulah sejatinya keberhasilan Guru sebagai seorang pendidikan.

Pendidik yang baik adalah mereka yang melahirkan generasi yang lebih baik daripada mereka sendiri.

Keberhasilan pendidikan tentu tidak semudah membalikan telapak tangan, tentunya dalam menggapai generasi yang gemilang berbagai pihak harus bersatu padu agar mimpi bisa diraih.

Pemerintah menjalankan roda pemerintahan yang peduli terhadap pendidikan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya bersatu dalam mewujudkan generasi yang diharapkan oleh bangsa dan negara, yaitu generasi yang gemilang.

Mundur majunya suatu bangsa tergantung dengan generasi mudanya, Jika dalam suatu bangsa dan negara memiliki generasi yang gemilang maka bangsa dan negara tersebut akan menjadi sebuah negara yang maju. Kegemilangan anak bangsa hanya bisa diukur oleh pendidikan, jika pendidikan disuatu bangsa berjalan dengan baik maka generasinya akan baik, sebaliknya jika dalam suatu negara pendidikannya buruk, maka generasinya pun akan hancur. Pada dasarnya setiap anak bangsa tentunya memiliki cita-cita yang baik, akan tetapi cita-cita anak bangsa harus di dukung dan difasilitasi dengan berbagai sistem yang baik, yang salah satunya adalah sistem Literasi.

Gerakan Literasi Sekolah ( GLS ) memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015. Salah satu kegiatan di dalam gerakan tersebut adalah kegiatan 15 menit membaca buku nonpelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan untuk menumbuhkan minat baca peserta didik serta meningkatkan keterampilan membaca agar pengetahuan dapat dikuasai secara lebih baik. Materi baca berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional, dan global yang disampaikan sesuai tahap perkembangan peserta didik.

Terobosan penting ini hendaknya melibatkan semua pemangku kepentingan di bidang pendidikan, mulai dari tingkat pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga satuan pendidikan.

Pelibatan orang tua peserta didik dan masyarakat juga menjadi komponen penting dalam GLS.

Dalam penyelenggaraan pendidikan tidak akan berhasil tanpa dibarengi dengan pelaksanaan yang baik, budaya belajar yang baik, metode yang baik, prinsip yang baik, dan memotivasi siswa agar mempunyai mimpi yang lebih baik. Untuk menjalankan semua itu maka harus menjalankan Literasi disetiap sekolah. Dapat diyakini jika sekolah menjalankan Literasi maka pendidikan akan berjalan dengan baik. Dengan demikian, maka perlu adanya. “Gerakan Literasi Sekolah Dalam Penyelenggaraan Pendidikan”. ( Redaksi )

Share this:

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Copyright © LintasIndoNews.com | by Media Group AWPI.