Membuka Tirai Kebenaran

Heboh, Terekam CCTV, Tersangka Pencuri Gabah Dibekuk Aparat Polres Klaten

2 min read

LINTASINDONEWS.com, KLATEN – Jajaran Polres Klaten berhasil menangkap FN (22) tersangka tindak pidana pencurian gabah di Dukuh Kokap, Desa Senden, Kecamatan Ngawen. Kepada petugas tersangka mengaku 12 kali mencuri gabah dan hasilnya digunakan untuk bersenang-senang.
Kapolres Klaten, AKBP Wiyono Eko Prasetyo, melalui Kasatreskrim, AKP Ardyansah Rithas Hasibuan menjelaskan, FN merupakan warga Dukuh Pendem, Desa Sidomulyo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, dalam melakukan aksinya tersangka bersama Budi yang saat ini masih menjadi buron Aparat Kepolisian.
“Beruntung aksi pencurian yang dilakukan tersangka di area persawahan Dukuh, Kokap, Desa. Senden, Kecamatan Ngawen pada, 22 Januari 2020 lalu terekam di kamera CCTV yang tidak jauh dari lokasi, sehingga ini sangat membantu Kepolisian dalam mengungkap kasus tersebut” ,kata Kasatreskrim, Rabu (29/1/2020).
Dijelaskan, modus yang dilakukan tersangka yakni dengan mengambil gabah hasil panen yang sudah dimasukkan dalam karung kemudian dimasukkan dalam mobil Pick Up Suzuki warna hitam dengan nomor Polisi AD-1702-IM. Kepada petugas tersangka mengaku telah melakukan aksinya selama 12 kali di Klaten maupun di wilayah Boyolali. Hingga saat ini sudah ada 10 korban yang melaporkan kehilangan gabah, sedangkan untuk korban yang di TKP, Desa Kokap, kerugiannya mencapai 6 juta rupiah.
” Waktu itu (22/1/2020), korban memanen padi di persawahan Desa Senden, padi sudah dipanen dalam bentuk gabah ditaruh dalam wadah sak plastik sebanyak 10 sak, kemudian gabah dalam sak tersebut ditaruh di jalan tepi sawah tempat memanen tersebut, kemudian pemanen melanjutkan memanen di area sawah lain, tersangka bersama Budi melintas, kemudian berhenti, setelah dinilai aman, tersangka menuju tumpukan gabah dalam sak, lalu menaikkan gabah dalam pickup dan dibawa pergi”, jelas Kasatreskrim.
Ardyansah mengungkapkan, untuk keperluan penyidikan kami menyita mobil Pick Up yang digunakan tersangka dan 39 karung gabah jenis menthik wangi, tersangka terancam Tindak Pidana Pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama7 tahun.
Sementara itu FN saat ditanya awak media mengaku telah melakukan pencurian gabah sebanyak 12 kali di Klaten dan Wilayah Boyolali. Gabah hasil curian tersebut di jual kepada panadah yang berada di Desa Kembangsari, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali.
“Satu kilogram gabahnya dijual Rp.6.500, hasil penjualannya saya gunakan untuk bersenang-senang”, ucap FN. (Danang Klaten)

 

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (alenia pertama pembukaan UUD 1945)”

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

LintasIndoNews Social