Membuka Tirai Kebenaran

Jadi Tersangka Korupsi 1 Miliar, Kades Girimulyo Karanganyar Mbulet Wae

2 min read
Kades Girimulyo Karanganyar Jadi Tersangka Korupsi Rp1 Miliar
ilustrasi korupsi. (Solopos / Whisnu Paksa)

Solopos.com, KARANGANYAR – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyarmewajibkan Kades Girimulyo, Kecamatan Ngargoyoso, Suparno, sebagai tersangka kasus yang diduga mencari dana di desa.

Informasi yang dihimpun Solopos.com,Kejari Karanganyar menaikkan status Suparno dari pemilihan menjadi tersangka pada Jumat (5/4/2019). 

“Sudah ditentukan tersangka, Jumat. Dasar penetapan tersangka adalah karena sudah didukung sekurang-tinggi dua alat bukti. Ada keterangan, petunjuk, dan surat,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Karanganyar, Suhartoyo, saat dihubungi Solopos.com, Sabtu ( 6/4/2019).

Seperti diberitakan pada bulan lalu, Kejari Karanganyar mengunjungi Kepala Desa Girimulyo, Suparno, karena mempermudah penanganan transportasi korupsi di desa. Kajari penyelesaian masalah dugaan penyimpangan pengelolaan dana di Desa Girimulyo masuk ke tempat penyidikan.

Kejadian sudah diproses sejak sembilan bulan lalu. Kejari MENERIMA Laporan dugaan penyimpangan Pengelolaan dana desa Dan TIDAK DAPAT dipertanggungjawabkan. Saat itu Suhartoyo menyatakan sudah berkoordinasi dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

“Sementara Suparno belum bisa terus terang. Mbulet [bertele-tele]. Saat membicarakan beralasan sakit perut. Kalau kami sudah bisa mencermati melalui keterangannya, kami minta lagi, duit dinggo ngapa wae ta [duit itu untuk apa saja],” katakan dia.

Suhartoyo menjelaskan proses selanjutnya masih menunggu keterangan saksi-saksi dan tersangka. Kejari akan dibuka kembali Suparno sebagai tersangka untuk melanjutkan proses penyidikan.

Namun Suhartoyo belum mau menjawab saat disetujui mengeluarkan ditunda Suparno. “Nanti lah kami kan belum sampai ke situ. Ini masih penyidikan, periksa saksi-saksi masih banyak yang perlu dan tersangka juga perlu kami periksa lagi terkait perkembangan masalah. Tapi sudah statusnya tersangka,” kata Kajari.

Saat ini, Suhartoyo menerima penyidik ​​terus memperbaiki kasus ini baik mengenai bantuan desa, dana desa, ADD maupun yang terkait dengan yang dikelola pemerintah desa. “Kami berlari sampai ke akar-akarnya. Program pendaftaran tanah sistematis lengkap [PTSL] juga kami dalami,” ujar dia.

Suhartoyo mengeluarkan dugaan penyimpangan dana oleh Suparno menyebabkan kerugian negara lebih dari Rp1 miliar. Informasi yang dikeluarkan, Suparno mengalihkan dana Rp300 juta lebih. Suhartoyo mengaku mendengarkan informasi tersebut.

Namun dia menerima Kejari belum menerima bukti resmi dari dana itu. Lagipula, menurut Suhartoyo, uang yang diperoleh Suparno saat proses penyidikan tidak akan mempengaruhi proses penyidikan.

“Pengembalian uang saat penyidikan itu hanya bisa diselesaikan dengan persyaratan Pasal 4 UU Korupsi. Informasinya sudah diperoleh sebelumnya, tapi kami belum tahu. Nominalnya Rp300 juta sekian sesuai informasi. Belum ada yang sah, tolong. Dikembalikan ke siapa pun kami belum tahu,” tutur dia.

Suhartoyo meminta perkara itu tetap berkekuatan hukum tetap tahun ini. “Lebih cepat lebih baik karena masih banyak yang harus dikerjakan. Yang jelas tahun ini sudah putus pengadilan,” Katanya.

Sumber: Solopos.com

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.