Membuka Tirai Kebenaran

Jembatan Alternative Yang Menghubungkan Kecamatan Pamotan ke Desa Sidorejo Putus

2 min read

LINTASINDONEWS.com, REMBANG –Jembatan alternative desa sidorejo kecamatan Pamotan Rembang yang menghubung kan dua Kecamatan yaitu desa Sidorejo dan desa Pamotan, desa Sidorejo dan Kecamatan gunem, Kabupaten Rembang, jawa tengah putus, akibat tak kuat menahan derasnya aliran sungai.

Keadaan tersebut mengakibatkan akses kedua arah tersebut putus, aktivitas perekonomian warga setempat dipastikan terhambat. terutama warga desa Sidorejo Kecamatan Pamotan, karena, lantaran jalur itu akses tercepat menuju kecamatan Pamotan dan kota Rembang.

Jembatan utama desa Sidorejo Kecamatan Pamotan ditutup, karena putus tergerus banjir kiriman, dampak hujan deras yang mengguyur desa Pamotan dan sekitarnya selama 3 jam lebih.

Dua sisi aspal penghubung antara jalan dengan badan jembatan di sebelah utara ambrol . karena tergerus air yang arusnya cukup kuat, sekira pukul 16.25 wib.

Warga setempat dibantu anggota TNI dari koramil Pamotan bergotong royong membersihkan ranting-ranting bambu yang menyumbat di kolong jembartan, agar arus air bisa lancar.

Mochamad Suchirno selaku kepala desa Sidorejo mengatakan, jembatan ambrol sekitar jam 15.25 sore, terjadi karena hujan deras di wilayah kecamatan Pamotan, sehingga terjadi banjir kiriman.

Sementara, demi keamanan, jembatan di tutup warga yang hendak bepergian ke Rembang harus berputar sejauh 6 kilo meter, lewat Desa Samaran Pamotan baru Rembang.

Suchirno menambahkan, jembatan ambruk terjadi karena hujan deras dari pagi hingga sore , volume air sungai tiba-tiba melimpah deras dan menghantam bagian fondasi dan menggerus tanah pada penyangga jembatan.
“Hujan di sekitar Pamotan dan desa –desa di sebelah selata k,kalau di desa sini hanya gerimis, tidak begitu lebat mulai pagi hingga sore, air itu banjir kiriman dari desa Ngukir, desa Rendeng, terus airnya tersumbat sampah dan akhirnya mengikis fondasi dan ambrol ,“ jelasnya.

Diharapkan jembatan tersebut bisa segera diperbaiki secepatnya, sehingga tak menghambat aktivitas warga.

Kondisi tersebut mengkibatkan kendaraan serta orang tak bisa melintas. Meski ada jalan dari desa Sidorejo menuju desa Pamotan atau ke Rembang harus memutar cukup jauh.

Sakrin salah seorang warga menuturkan, selama ini jembatan desa sidorejo ramai menjadi perlintasan masyarakat. Utamanya bagi yang ingin mempersingkat waktu menuju desa Samaran kecamatan Pamotan dan kecamatan Gunem.

Masih kata, Sakrin jembatan yang panjangnya 15 meter itu di bangun sekitar tahun 1985, jembatan ini sudah cukup lama .
“Tiap hari mas yang hendak ke gunem lewat jalan pintas, karena jaraknya lebih dekat dari pada lewat Pamotan harus berputar, jaraknya ada sekitar 6 kilo meter ,”unkapnya. ( Insan )

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.