Membuka Tirai Kebenaran

Jika Diam Tak Ada Kata, Didik Warga Gilirejolama Miri Akan di Gruduk Wartawan dan LSM se Jateng dan DIY, diminta klarifikasinya berita di Media Online joglosemarnews.com

2 min read

Ilustrasi

LINTASINDONEWS.com, SRAGEN – Berawal pemberitaan media online joglosemarnews.com yang memuat berita narasi tidak berimbang, bagaikan seperti kelompok binatang, dengan judul “Di Serbu Segerombolan Wartawan Bodrex dan Wartawan Abal – abal, Kepala Sekolah dan Kades di Sragen Resah. Modus Minta jutaan di sertai paksaan, ada yang sampai nyengging guru” yang terbit edisi 22 februari 2020.

Menimbulkan polemik berkepanjangan, hingga banyak elemen Media cetak dan online merasa tersinggung. Saat audensi di gedung IPHI Miri dengan Kasek SMKN 1 Miri, Drs. Sarno, SPd menyebut berawal ketika dirinya bertanya ke salah satu warga Gilirejolama bernama Didik.

“Saat itu saya hanya tanya apakah kenal dengan foto yang datang sekolah ini?, cuma gitu tapi kok tiba-tiba ada berita online di joglosemar, padahal saya tidak mengundang, “jelasnya.

Setelah mendapat keterangan seperti itu, akhirnya tim Media dan LSM serta Ormas mencoba mendatangi didik, namun di kediamannya yang hanya ada istrinya.

Saat itu kami juga sempat berbicara dengan salah satu tetangga didik, dia menyebut didik jarang komunikasi dengan siapapun, termasuk dirinya.

“Sebenarnya istrinya masih ada hubungan family dengan saya, namun didik jarang komunikasi dengan saya, “jelas lelaki paruh baya tersebut.

Saat ditanya aktifitas didik setiap hari berprofesi sebagai apa, warga tersebut tidak paham betul.

“Ngakunya sih wartawan mas? , “jelasnya.

Ketika di tanya Media apa, warga tersebut tidak paham, dan saat di tanya nomer Hp dia jawab tidak punya. Sementara istri didik saat di samping lelaki tersebut juga tidak bisa memberi nomer HP, dikatakan didik hanya punya nomer HP reguler.

” Tidak punya nomer WA, hanya nomer biasa, “jawab istri didik polos.

Adiat Santoso selaku ketua korwilsus AWPI (Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia) soloraya, yang biasa di sapa edot ini angkat bicara. Dia katakan siap mengkoordinir Media, LSM dan Ormas se Jateng dan DIY yang ada, untuk mendatangi dan menemui didik guna audensi.

“Kami ingin mencari kepastian bagaimana awal mula kok ada bahasa gerombolan wartawan bodrex dan LSM abal – abal, dasarnya apa? Padahal saat kejadian saya dan tim ada di SMKN 1 Miri, “ucapnya.

Lebih lanjut, edot membeberkan kejadian yang sebenarnya, dia dan tim hanya ingin mengambil proposal untuk di tarik kembali jika tidak di disposisi saat Sarno menjabat Plt. Kasek di SMKN 1 Kalijambe.

“Aku hanya ingin menarik kembali proposal yang aku masukkan di SMKN 1 Kalijambe, kok di buat gerombolan? Memangnya saya dan teman – teman itu bagaikan gerombolan monyet yang mencuri pisang petani?, sangat hina itu, apalagi berita yang di buat wardoyo menyebut menawari diklat jurnalistik dengan paksa, sudah jelas kan siapa yang di maksud ?, “tegasnya dengan geram.

Hingga berita ini di unggah, wardoyo oknum penulis tidak berimbang dari joglosemarnews.com tidak bisa di hubungi, sementara susunan box redaksi di link webnya beberapa hari ini di blok dengan masuk ke email pribadi. (Tim)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.