Membuka Tirai Kebenaran

JK Sarankan Tabloid Indonesia Barokah di Bakar, Begini Tanggapan BPN

2 min read
BPN Dukung Arahan JK agar Tabloid Indonesia Barokah Dibakar
(Foto: detikcom)

BPN Dukung Arahan JK agar Tabloid ‘Indonesia Barokah’ Dibakar

LintasIndoNews.com, Semarang – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menegaskan pihaknya bukan yang membuat tabloid .Indonesia Barokah.. BPN juga mengapresiasi pernyataan Wapres Jusuf Kalla yang meminta tabloid itu dibakar.

Direktur Materi dan Debat BPN Prabowo-Sandi, Sudirman Said, mengatakan publikasi Indonesia Barokah merupakan cara primitif dalam konstentasi politik namun membutuhkan biaya yang banyak.

“Itu bukan ongkos kecil karena sangat sistematis. Dkirim ke masjid-masjid pakai alamat segala macam tapi isinya sangat menyakitkan masyarkaat. Tidak memberi contoh yang baik,” kata Sudirman usai acara rakor Korcam dan Kordes relawan Prabowo-Sandi Semarang di Hotel Muria Kota Semarang, Sabtu (26/1/2019).

“Kalau ditanya siapa yang bikin, pasti bukan kami, bukan 02,” tegasnya.

Dalam tabloid tersebut, memang banyak artikel yang memuat soal Prabowo dan diduga bermuatan opini yang kritis. Menurut Sudirman hal itu justru tidak menurunkan elektabilitas Prabowo maupun Paslon Pilpres nomor 02.

“Pengaruh elektabilitas saya curiga malah sebaliknya, karena serangannya kebangetan malah menimbulkan simpati. Dulu kan di Jakarta terjadi guyonan sembako gede-gedean itu, tapi karena guyonan sembako yang membabi buta itu malah mebuat Anies-Sandi lebih mendapat simpati masyarakat,” jelas Sudirman.

“Insya Allah akan membuat masyarakat simpati siapa yang sebetulnya sedang menuju perbaikan,” lanjutnya.

Sudirman pun mengapresiasi pernyataan Wapres Jusuf Kalla selaku ketua Dewan Masjid Indonesia mengarahkan agar tabloid Indonesia Barokah yang dikirim ke Masjid dibakar.

“Itu kan sebenarnya pesan yang keras sekali dari seorang negarawan. Bahwa itu bukan cara yang baik,” tegasnya.

Sumber: detik.com

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.