Membuka Tirai Kebenaran

Kabid SD Dinas Pendidikan Sukoharjo Budiarti, SE: Pembelajaran Mandiri Siswa Sekolah Dasar Di Masa Pandemi Covid-19, Siswa Bertatap Muka Bergiliran dan Dijadwal

2 min read

Kabid SD Dinas Pendidikan Sukoharjo Budiarti, SE, Kamis (26/11/2020).

 

SUKOHARJO – Pandemi covid-19 sudah melanda seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Penyebaran virus covid- 19 terus meningkat setiap harinya. Pandemi ini sangat berdampak dalam pendidikan di dunia maupun di Indonesia.

Sudah berbulan-bulan lamanya pembelajaran di laksanakan secara daring/online. Pandemi ini menyebabkan terhambatnya segala hal, termasuk dalam pendidikan di Sekolah Dasar.
Pembelajaran yang di laksanakan secara daring ini menyebabkan siswa Sekolah Dasar (SD) untuk belajar mandiri.

Materi pembelajaran yang di berikan oleh guru itupun tidak sama seperti pada saat pembelajaran secara tatap muka.

Sehingga menyebabkan para siswa kurang memahami materi yang di berikan. Pembelajaran yang di lakukan secara daring tersebut.

Menurut Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sukoharjo Budiarti, SE belum efektif, karena kebanyakan siswa menjadi malas dan mengandalkan orang tuanya untuk membantu menjawab soal yang di berikan guru.

Tidak dipungkiri, Budiarti, SE juga menyatakan, pembelajaran secara daring ini juga menyulitkan siswa yang tinggal di daerah terpencil, karena di daerah tersebut terkadang masih susah untuk mendapatkan sinyal.

“Namun siswa Sekolah Dasar tetap harus belajar dengan bertatap muka seminggu sekali dengan di jadwal dan secara bergiliran dengan waktu maksimal 2 jam/hari dan tetap mematuhi protokol kesehatan, ” Jelasnya. Kamis (26/11/2020).

Ketika di tanya untuk mengantisipasi terhadap guru yang kurang menguasai IT tersebut, Budiarti, SE mengarahkan agar guru-guru belajar tentang IT, misalnya koordinasi dengan KKG di gugus masing-masing.

“Khususnya bagi sekolah yang ada di daerah yang sulit untuk mendapatkan sinyal, tentunya masih banyak kekurangan sarana, baik jaringan maupun yang lainnya, kami tetap melakukan pembinaan dan pengarahan “ urainya.

Lebih lanjut, Budiarti SE juga menyadari bahwa, keadaan pandemi ini bisa menimbulkan efek positif dan negatif.

Untuk positifnya guru lebih berinovatif dan berkreatifitas dengan menambah pengetahuan tentang pembelajaran secara daring,

Sementara untuk nilai negatifnya pembelajaran tidak dapat dilaksanakan dengan bertatap muka, menjadikan kurikulum tidak sesuai harapan, yakni tidak ada target yang di tentukan.

“Harapan kami pandemi covid 19 ini bisa segera berakhir, agar bulan Januari 2021 pembelajaran bisa dilaksanakan dengan tatap muka, ” Ucapnya dengan optimis.  (Red)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.